Eksistensi Laboratorium FE

Eksistensi Laboratorium FE

JEMBER, (14/03) Kata laboratorium sering kali dikaitkan dengan kegiatan penelitian ilmiah dalam bidang eksak.  Misalnya, penelitian tingkat kadar pewarna dalam makanan, tingkat kemurnian atau kejernihan dalam kualitas air, dan lain sebagainya. Namun dengan seiring berjalannya waktu, laboratorium (disingkat lab) kini juga digunakan sebagai sarana kegiatan di berbagai ilmu pengetahuan lainnya. Sebagai contoh, ada laboratorium bahasa, komputer hingga kewirausahaan.  Seperti halnya yang ada di Fakultas Ekonomi ini, laboratorium kewirausahaan dibangun dengan tujuan sebagai wadah pengembangan kewirausahaan bagi dunia usaha.

Laboratorium yang ada di Fakultas Ekonomi terdiri dari laboratorium bisnis (laboratorium kesekretariatan), laboratorium kewirausahaan, laboratorium perbankan dan laboratorium komputer. Di sekitar areal laboratorium kewirausahaan (di depan ruang 13) juga terdapat ruang seminar proposal IESP dan sekretariat JEAM (Jurnal Ekonomi, Akuntansi, dan Manajemen).

Lab – lab tersebut dibangun sebagai  sarana untuk memfasilitasi kegiatan pengajaran, yang tidak hanya berkutat pada teori tetapi juga pada praktiknya. Mahasiswa tentu akan lebih menguasai materi pemasaran atau kewirausahaan bila ada praktik yang memberikan pengalaman dan pengetahuan tambahan.

Seperti yang terjadi beberapa waktu lalu dengan diadakannya bazar kewirausahaan yang berlokasi di lapangan basket Fakultas Ekonomi. Acara tersebut diikuti oleh mahasiswa semester 2  yang sedang menempuh mata kuliah kewirausahaan. Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa dapat mengerahkan seluruh ide dan tenaga untuk memasarkan produk mereka. Para mahasiswa berlomba untuk menjual produk ciptaan mereka, guna mempelajari cara berwirausaha sekaligus menambah pengalaman mereka mengenai kewirausahaan. Hasil evaluasi kegiatan tersebut dituangkan dalam bentuk nilai pada mata kuliah tersebut.

Walaupun, praktik dalam kegiatan kewirausahaan sudah berjalan baik, lain halnya dengan apa yang terjadi dengan fasilitas laboratorium kewirausahaannya. “Sekarang ini lab tersebut kurang representatif karena banyaknya barang yang menyebabkan jadi seperti itu (terbengkalai, red)” ujar Fathorrazi, Dekan Fakultas Ekonomi saat ini. Dalam menanggapi hal tersebut, Fathorrazi berencana memindahkan laboratorium kewirausahaan ke ruang sidang proposal IESP yang berada di depan ruang 13. Dan juga akan merubah “muka” laboratorium kewirausahaan dengan pintu yang menghadap ke ruang 11, sehingga lebih “terlihat” dan tidak “ndusel” di pojokan gedung.

Dahulu, laboratorium kewirausahaan difokuskan pada jurusan IESP karena pembangunan laboratorium tersebut berdasarkan keinginan hibah kompetisi institusi. “ Fakultas Ekonomi memenangkan hibah kompetensi institusi dan diantaranya adalah IESP yang pengembangannya diharapkan saat itu adalah kewirausahaan” jelas Dekan FE. Namun, karena saat ini kewirausahaan mencakup tiga jurusan (Akuntansi, Manajemen dan Ekonomi Pembangunan) akhirnya digunakan untuk ketiga jurusan tersebut sebagai mata kuliah yang ditempuh.

Sungguh disayangkan memang, ketika fasilitas yang sudah siap tersedia tetapi tidak difungsikan dengan maksimal.  Mengingat beberapa tahun lalu, “Ketika saya masih menjadi Kajur (Kepala Jurusan) IESP, laboratorium ekonomika itu menjadi pengembang kemampuan mahasiswa. Lab tersebut digunakan sebagai pelatihan penggunaan amos dan alat – alat statistik lainnya. Sedangkan dalam sehari – harinya lab tersebut bisa dimasuki mahasiswa yang menggunakan tesis tersebut, misalnya amos.” kenang Dekan.

Hal berbeda juga terjadi pada laboratorium komputer yang bernaung dibawah fakultas. “Dikebanyakan fakultas di UJ, lab komputer dimiliki oleh jurusan. Tetapi untuk Fakultas Ekonomi kita masih pertahankan bahwa lab tersebut miliknya fakultas dulu (bukan milik jurusan, red) karena kurang seimbangnya antara jumlah komputer yang tersedia dengan jumlah mahasiswa yang ada” jelas Fathorrazi.

Saat ini, terdapat 4 ruang laboratorium komputer yang tersedia dengan jumlah komputer yang bervariasi di setiap ruangnya. Ruang laboratorium komputer 1 dan 2 kurang lebih terdapat 28 komputer. Sedangkan di ruang 3 dan 4 tersedia komputer yang lebih banyak kurang lebih sekitar 40 komputer. Akan tetapi tidak seluruh komputer yang tersedia dapat digunakan.

 

Selain digunakan untuk media pembelajaran komputer – komputer yang ada di ruang laboratorium 1 juga bisa digunakan oleh mahasiswa untuk mengakses dan mengatur sistem KRS online di setiap awal semester baru. Beberapa tahun yang lalu, SIAM (sekarang SISTER) hanya bisa diakses di laboratorium komputer saja, sehingga dapat dibayangkan betapa ramainya ruang tersebut saat awal semester baru. Disana pun, mahasiswa dapat mencetak KRS online mereka.

Dalam pemeliharaan laboratorium komputer, Fathorrazi mengaku bahwa setiap tahunnya ada saja power supply dan komputer yang rusak. Juga ada beberapa komputer yang “kerjanya lemot” sehingga membuat mahasiswa kurang nyaman dalam mengoperasikannya.

Saat ditanya apakah ada rencana untuk menambah jumlah laboratorium yang ada, Fathorrazi tidak mengiyakan. “Kami tidak ada rencana menambahkan (kuota, red) lab baru. Tetapi kami berencana untuk membangun (memindahkan, red) lab yang baru dengan bangunan baru di atas ruang 4 dan 5.”

Ruang kuliah 1 sampai 5 akan dijadikan bangunan berlantai 3. Areal tersebut akan dijadikan “komplek laboratorium” dimana semua laboratorium berpusat disana.  Nantinya, ruangan terdepan dari “komplek laboratorium” tersebut akan dijadikan kantor Kepala Laboratorium.

Diharapkannya dalam akhir periode kepemimpinannya (Empat tahun mendatang), pembangunan bangunan tambahan akan rampung. [Hari, Andina]

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *