Aksi penolakan kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Aksi penolakan kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak (BBM)

Aksi penolakan harga bahan bakar minyak (BBM) dilakukan oleh Komite Sentral Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (KS GMNI), GMNI cabang Jember,Persatuan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jember, Himpunan Mahasiswa Indonesia (HMI) Jember, dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Jember yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jember di depan gedung DPRD Jember Senin, 17 November 2014 pukul 10.00 WIB.
Sebanyak 200 orang yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Jember menyatakan tuntutan terhadap Anggota DPRD Jember. Leksono Kunto Wibisono, Koordinator Lapangan (Korlap), menyatakan aksi ini dilakukan guna menolak kenaikan BBM, yang kedua meminta pemerintah untuk membenahi dan transparan dalam tata kelola anggaran, mendesak renegosiasi kontrak migas sesuai UUD pasal 33, memperbaiki tata kelola minyak, dan hentikan pencitraan serta kebohongan pemerintah soal pengalihan subsidi BBM ke sektor lain.
Aksi penolakan kenaikan BBM ini berlangsung dari depan pintu gerbang Universitas Jember (UJ) menuju bundaran DPRD jember di jalan Kalimantan hingga aksi saling dorong di gerbang pintu masuk kantor DPRD Jember. Dalam aksi penolakan BBM, aliansi mahasiswa jember juga memperagakan teatrika mafia migas di bundaran DPRD Jember. Tepat pukul 10.45 WIB massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa ditemui oleh perwakilan anggota DPRD Jember terkait tuntutan mereka mengenai penolakan harga BBM.
Perwakilan dari masing-masing koordinator KS GMNI, GMNI Jember, PMII Jember, HMI Jember, dan LMND Jember melakukan diskusi didalam gedung DPRD Jember yang ditemuai oleh perwakilan dari anggota DPRD. Diskusi yang berlangsung setengah jam tersebut berujung dengan penandatanganan surat pernyataan oleh anggota DPRD Jember .

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *