Pohon Tua

Fajar semakin menyingsing, tak apa
Pertahananku tak akan goyah
Kaki-kaki ku masih tegap menembus tanah penuh asa
Sedang usiaku semakin menua
Tempatku berdiri banyak diadu galah

Rupanya
Tanah-tanah kering diujung sana semakin tak punya rupa
Kini, tak hanya batu yang keras kepala tak mau pindah rumah
Plastik-plastik pun ikut ambil bagian jadi tuan tanah
Tak mau lapuk dimakan usia

Sedang usiaku semakin menua
Paras elok tanah tempatku mengular tak lagi indah
Kanan kiriku semakin sesak dihuni batako
Tak hanya kawan, keluargaku pun tak luput dari galah

Kini, fajar semakin sunyi menuju peristirahatan malam
Lamat-lamat semakin kuhujamkan kaki-kaki ku ke jantung bumi
Semoga cukup kuat untuk bangun esok pagi, pikirku
Atau sekedar untuk pergi menjauhi plastik yang menempel di kaki

Sudahlah,
Aku hanyalah pohon tua
Esok pagi harus ditebas pakai galah

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *