Benang Kusut Dana Praktikum (Jilid II)

“Gimana ya progress pencairan dana praktikumnya?”, tanya Putri mahasiswa Manajemen 2012. Tentunya itu cukup membuat mahasiswa berfikir bagaimana kelanjutan perencanaan praktikum yang sebelumnya digadang-gadang akan dilaksanakan oleh Jurusan Manajemen dan IESP untuk mahasiswa angkatan 2012. Jika ditelaah kembali, setelah diadakannya kegiatan KKL 2012 pada bulan Mei 2014 silam, jurusan Manajemen maupun IESP masih memiliki sisa dana yang rencananya akan digunakan untuk praktikum. Namun, hingga saat ini sudah terhitung 6 semester, mahasiswa angkatan 2012 dikedua jurusan tersebut masih belum mendapatkan fasilitas berupa praktikum.

Sebelumnya, ini bukanlah topik yang baru muncul di tengah kesibukan mahasiswa FE UNEJ Angkatan 2012. Pasalnya dana praktikum yang direncanakan akan turun sekitar bulan September-Oktober 2014, hingga kini masih belum ada kepastian. “Rencananya apabila dana praktikum itu sudah cair, itu akan dialokasikan pada kegiatan di Lab (Laboratorium, red) dan mendatangkan pakar untuk kegiatan analisis. Harapannya  agar mahasiswa bisa menguasai alat-alat analisis, mengolah data untuk tugas akhir”, ujar Handriyono selaku Ketua Jurusan Manajemen. “Karena jumlahnya banyak, kita akan koordinasi teknisnya bagaimana”, timpalnya.

Permasalahan dana menjadi salah satu faktor tersendatnya pengadaan praktikum untuk mahasiswa angkatan 2012. Seperti yang disampaikan oleh Handriyono, “soal sisa dananya (praktikum, red) saya tidak tahu pasti karena itu bukan kewenangan saya, artinya kita menarik dana itu sangat sulit sekali, itu kan uang mahasiswa yang masuk di rekening rektor, real nya birokrasi yang harus ditaati itu sulit (untuk menarik dana, red)”. Namun sebaliknya, Wasito selaku Pembantu Dekan II (PD II) FE UJ memberikan pernyataan yang berbeda saat ditemui di ruanganya. Ia mengatakan bahwa sudah menganggarkan sisa dana praktikum untuk KKL mata kuliah yang notabene masih termasuk praktikum.  “Kemarin kan, ada  KKL matakuliah, itu sudah mau jalan, ternyata mahasiswanya ujian, jadi saya kembalikan lagi ke Jurusan Manajemen dan IESP mau diteruskan apaenggak”, terangnya. Hal tersebut dibenarkan dengan pernyataan Pembantu Rektor II (PR II) yang menyebutkan bahwa pencairan dana tidak membutuhkan waktu yang lama asal bentuk kegiatannya jelas.

Mengenai kelanjutan penggunaan dana praktikum, sampai saat ini masih belum ada pembicaraan lebih matang mengenai tujuan dan teknis pelaksanaan praktikum yang akan di realisasikan. Berkaitan dengan rencana tersebut, Lilis selaku pihak Jurusan IESP mengatakan  bahwa rencananya akan melakukan pelatihan Eksport Import untuk mahasiswanya. “Namun,  setiap kegiatan itu membutuhkan dana, jadi walaupun rencana kegiatan yang akan dilaksanakan itu cukup banyak tapi kalau dananya belum turun juga, kita harus bagaimana lagi?”, tambahnya. Wasito juga membenarkan adanya rencana kegiatan dari jurusan IESP tersebut. “Dari IESP ingin ke Surabaya, saya sudah anggarkan kemarin habis 200 juta”, ujarnya. Berkenaan dengan dana yang belum cair, beliau menanggapi bahwa ia mengalami kendala saat pencairan karena apabila pengeluaran di atas 50 Juta itu harus berhubungan langsung dengan kantor pusat.

Kewenangan dan tanggung jawab penuh mengenai pelaksanaan praktikum berada pada tiap-tiap jurusan. Meskipun demikian, mahasiswa juga memiliki peran penting untuk mempertahankan hak yang memang seharusnya mereka dapatkan. “Mahasiswa yang harus menagih ke kajur masing-masing dan tentunya ini memerlukan bantuan dari pihak HMJ untuk menghubungkan pihak jurusan dengan mahasiswa agar tidak terjadi kesalahpahaman yang berlanjut”, ujar Wasito. [Nadia, Fransiska, Mala]

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *