Dana Praktikum: Sisa tak Kunjung Terealisasi

Masih tersisa. Dana Praktikum jurusan S1 Manajemen dan IESP angkatan 2012 belum sepenuhnya terealisasi di lapangan. Untuk jurusan Manajemen, dana baru terpakai untuk keperluan Kuliah Kerja Lapang sebesar Rp. 950.000,00 dari total anggaran praktikum sebesar Rp. 1.200.000. Hal serupa juga dialami Jurusan IESP yang baru merealisasikan dana praktikumnya untuk KKL saja dari jumlah anggaran yang sama.

Hal ini berbeda dengan Jurusan S1 Akuntansi yang justru telah merealisasikan dana praktikumnya untuk KKL sebesar Rp 725.000, sertifikasi akuntan sebesar Rp 250.000, dan sisanya untuk keperluan pengadaan buku matakuliah Laboraturium Akuntansi serta pelatihan Auditing sejumlah Rp 200.000 (data sosialisasi UKT 2012). “HMJA dulu (kepengurusan 2014/2015. red) hanya mengurusi KKL, Sertifikasi Akuntan sama pelatihan Auditing. Semuanya ga bayar untuk angkatan 2012. Kan kena UKT (Uang Kuliah Tunggal)”, terang Gaby selaku sekeretaris Umum HMJA.

Pada dasarnya pembebanan dana praktikum untuk angkatan 2012/2013 telah mengadaptasi sistem UKT. Saat itu, untuk jenjang S1 reguler dikenai biaya praktikum Rp. 150.000 per semester dalam hitungan 8 semester masa studi. Berdasarkan data Buldock edisi 53, Bulan Mei 2013, pihak universitas berjanji akan mengembalikan kelebihan dana praktikum. Sebaliknya, jika dirasa ada kekurangan dana praktikum, maka akan mengadakan pungutan kembali. Berbeda lagi, apabila ditemui seorang mahasiswa yang mengulang mata kuliah praktikum, maka akan dipungut biaya kembali karena rincian awal hanya untuk satu kali praktikum.

Menurut Ahmad Toha selaku Pembantu Rektor (PR) II, dana praktikum langsung sepenuhnya dikelola fakultas. “Untuk pengelolaan dana SPP itu ada share. 30% untuk fakultas dan 70% untuk universitas. Sementara sumber-sumber yang lain seperti praktikum sepenuhnya menjadi kewenangan fakultas”, ujarnya. Beliau juga menambahkan bahwa dana yang sudah diambil dianggap sudah di programkan, jadi tidak mungkin dana untuk program tahun ini tidak ditarik.

Metode pencairan sudah menggunakan sistem pengelolaan UKT. “Sebenarnya begini mekanisme yang bener, diajukan dulu sesuai kebutuhan melalui prosedur dan penanggung jawabnya, misalnya Dekan, setelah itu baru dicairkan. Proses pencairannya ga lama kog. Paling lama 1 minggu,” terang Ahmad Toha mengenai sistem pencairan dana. Senada dengan Ahmad Toha, PD II FE UNEJ, Wasito menjelaskan, “memang prosedur pencairan dana di UJ saat ini menggunakan sistem LS (Langsung), dimana untuk mencairkan dana kita perlu mengajukan kegiatan terlebih dahulu kepada kantor pusat dan langsung diurus oleh pihak ketiga.”

Sistem pengelolaan dana praktikum melalui pembayaran SPP UKT awalnya diterapkan untuk menerapkan pembayaran kegiatan dengan satu pintu dan jumlahnya merata di tiap semester. Namun, jika alokasi dana kegiatan tersebut melebihi ketersediaan dana praktikum pada semester yang sudah dianggarkan, maka resiko terganggunya pelaksanaan praktikum akan lebih terasa. Resiko baik dari segi jadwal maupun jumlah kegiatan akan terasa. Resiko lainnya yang muncul adalah sisa dana praktikum di akhir masa studi.

“Pengalaman dari Akuntansi itu kita nalangi dulu. Terus baru pengajuan,” terang Alwan Sri Kustono, Kepala Jurusan Akuntansi (data Litbang Ecpose, Mei 2013). Selanjutnya dana praktikum baru bisa dicairkan di tahun pelunasan anggaran. Pelunasan anggaran diterima oleh bendahara fakultas setelah mengirimkan laporan pertanggung jawaban beserta rekapan bukti pembayaran kegiatan yang telah dilaksanakan atas persetujuan di tingkat fakultas dan universitas.

“Lebih nyaman yang seperti dulu kan? Ribet kalau gini. Misalnya saat harus beli buku, harus pengajuan minimal 3 bulan sebelumnya. Sopo sing arep nombokki?.”, ujar Alwan Sri Kustono. Saat itu jurusan Akuntasi berinisiatif untuk patungan. Dana tersebut dikembalikan setelah proses pencairan. “Termasuk KKL 2012, belum lagi masih dipajak. Jadi jatuhnya lebih mahal. Pertama karena sistem alokasi uangnya sendiri, yang kedua kena pajak, dan yang ketiga proses pencairannya susah sekali.” “Kalau dulu kan tidak, wes urunan bareng-bareng terus budal”, imbuhnya.

Kesulitan serupa ternyata juga sempat dikeluhkan oleh jurusan IESP mengenai status pelaksanaan praktikum Juni 2014 lalu. “Untuk praktikumnya kita laksanakan 12 kali, 3 lab perbankan, dan 9 kali untuk lab ekonomika. Sampai hari ini belum dilaksanakan. Uangnya anak-anak belum turun, masih direkap (pelaksaannya.red) di rekening rektor. Jadi kita punya rencana punya uang, tapi pelaksaannya masih direkap,” ujar I Wayan Subagiarta, selaku Ketua Jurusan IESP periode 2011-2014. “Sebenarnya bulan Januari, Feburari, Maret ada kegiatan, cuma berhubung ga ada dana jadi kita vakum.”, tambahnya.

Saya menghimbau semua anggaran kegiatan di tahun 2014 harus segera dicairkan. Karena saya ga mau sistem anggaran 2015. Nanti mengganggu cash flow anggaran 2015,” ujar Ahmad Toha [Dina, Reza, Nadia, Yogi, Adie, Hudi, April]

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *