Demam Online Shop

Jual beli online? Siapa yang tak kenal dengan sistem penjualan barang tersebut? Hanya dengan browsing, memilih barang melalui gambar, transaksi pembayaran lewat rekening dan terakhir menerima barang yang telah dikirm. Kata jual beli onlinesudah tak asing lagi terdengar di telinga kita. Jual beli online adalah aktifitas jual beli berupa transaksi penawaran barang oleh penjual dan permintaan barang oleh pembeli secara online dengan memanfaatkan internet. Banyak sekali sebutan dari jual beli online itu sendiri, seperti online shop, jubel online, belanja onlinee-commerce dan lainnya.

Dimulai tahun 1979, sistem belanja online mulai digunakan di Inggris hingga marak di Indonesia. Jual beli online menjadi satu alternatif untuk mendapatkan barang yang dibutuhkan tanpa harus keluar rumah, tanpa kendaraan, serta tidak terbatas oleh jarak dan waktu. Hanya dengan duduk santai atau tiduranpun bisa dilakukan. Namun, transaksi jual beli onlinemembutuhkan syarat tertentu agar proses diantara penjual dan pembeli dapat berjalan lancar. Salah satunya yaitu memiliki alat transaksi berupa rekening. Kekurangan lain dari berbelanja di toko online adalah kita tidak bisa mencoba barang yang ingin dibeli. Pembeli hanya bisa memperkirakan tingkat kesesuaian barang. Selain itu, pembelipun akan dikenakan biaya tambahan untuk pengiriman ke luar kota. Sehingga jual beli online yang awalnya dianggap mudah akan menjadi rumit jika pembeli belum terbiasa dengan  proses tersebut.

Internet sangat popular khususnya dikalangan muda. Internet dapat digunakan siapapun, bahkan mereka yang  mempunyai pengetahuan relatif minim. Internet dapat pula menjadi ajang gaul yang murah, tempat mencari informasi gaul, serta pendidikan dan lowongan kerja yang up to date. (Oetomo,et.al., 2006 : 2). Oleh karena itu, pemanfaatan jejaring sosial di internet dirasa positif bagi para pelaku bisnis jual beli online. Beberapa jejaring sosial tersebut diantaranya yaitu BBM,facebooktwitterwhatsappinstagram, dan aplikasi  lainnya. Bahkan berbagai situs di internet turut menawarkan kenyamanan bagi para penjual online secara gratis seperti tokobagus.com, forum jual beli kaskus, OLX, Bhinneka, Zalora dll. Semua aplikasi tersebut dapat digunakan melalui android operating system dan segala gadget yang terkoneksi internet.

Selain itu, pembeli dapat membandingkan harga dengan mencari yang lebih murah dari satu online shop ke online shop yang lain. Tidak hanya harga, cakupan belanjapun akan lebih luas karena pembeli dapat memesan barang dari luar kota hingga luar negeri. Berdasarkan keterangan statistika oleh lembaga ICD Research bahwa tahun 2015 mencapai 42% pengguna bisnis online. Angka ini lebih tinggi jika dibandingkan negara lain seperti Malaysia (14%), Thailand (22%), dan Filipina (28%).[1]

Situs jual beli online menyediakan transaksi pembelian barang mulai dari handphone, pakain trendy, kosmetik, obat- obatan, laptop, barang bekas, barang otomotif, barang impor, hingga penawaran jasa. Sistem penjualannyapun beragam, mulai darisupplier, reseller, dan dropshiperReseller dan dropshiper dapat dikatakan sebagai agen, hanya perbedaannya adalah dari fisik produk yang dimiliki. Jika reseller adalah agen yang memiliki produk fisik supliernya, sedangkan dropshipper hanya memiliki informasi produk suppliernya.

Jual beli online pada dasarnya merupakan sistem penjualan yang bersifat maya. Kita hanya diberi sekilas gambaran tanpa mengetahui bentuk aslinya. Sering kali kejadian ini memberikan ketidakpuasan terhadap konsumen. Salah satu dampak yang dapat ditimbulkan yaitu membuat konsumen akan kecanduan dengan berbagai update dari sang penyedia layanan. Mereka akan merasa rugi jika ketinggalan tren meski barang itu tidak dibutuhkan. Contohnya saja, sepatu docmart yang kembali nge-trend di tahun 2015. Tren fashion jaman dahulu yang lagi hip di jaman sekarang inilah yang membuat seseorang tidak ingin ketinggalan style. Ketika melihat iklan sepatu yang menjadi style tahun ini, mereka begitu mudah tertarik untuk membelinya hingga terciptalah pola pikir yang konsumtif.

Seperti yang dikatakan oleh Nelis mahasiswa akuntansi 2013, tujuannya membeli barang via online hanya sekedar keinginan dan hanya mengikuti perkembangan yang terbaru saja. Membeli barang via online mayoritas hanya kebutuhan fashion yang ingin dipenuhi seperti yang dilakukan Shofi mahasiswi FKIP Bahasa Indonesia 2013. Berbeda lagi dengan Iin mahasiswi Sastra Bahasa Indonesia  2013, “sebenarnya kita sadar, kebutuhan mahasiswa ya pasti literatur, cuma kembali pada batin masing–masing”. Berbelanja via online menjadi sensasi tersendiri bagi penggunanya. Meskipun uang mahasiswa hanya cukup untuk kebutuhan pokok selama satu bulan, tetapi trend membuat mahasiswa tidak enggan mengeluarkan uang untuk membeli barang.

Suatu ketergantungan yang membentuk kebiasaan ke arah perilaku konsumtif inilah yang membuat mahasiswa kurang menyadarkan diri. Sangat disayangkan jika kecanggihan teknologi yang bermanfaat dari jual beli online ini tidak digunakan sesuai kebutuhan. Sepantasnya kita menanamkan dan membentuk kesadaran bahwa jual beli online adalah salah satu fasilitas untuk membeli barang ataupun jasa yang lebih bermanfaat dan tentunya dibutuhkan, bukan hanya sebuah keinginan. Setidaknya jika itu sebuah keinginan, maka pertimbangkanlah dengan baik sebelum memutuskan untuk membeli.

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *