Alien Mencari Tuhan

Alien Mencari Tuhan

“PESANKU sederhana, percayalah pada Tuhan yang menciptakan kita semua. Bukan Tuhan yang diciptakan oleh manusia. –PeeKay-”

Dikisahkan makhluk asing yang KKL (studi tur,red) ke Bumi, PeeKay (Aamir Khan) namanya. Dia diantarkan oleh piring terbang berbekal alat komunikasi berbentuk kalung dan bertelanjang badan. Ia ditugaskan untuk mempelajari kehidupan di Bumi. Masalah menjadi ruwet ketika kalungnya dibegal oleh warga pribumi. Ia pun jadi lontang-lantung mencari kalungnya.

Sutradara terkenal Rajkumar Hirani berada di balik layar film ini. Lihat saja film-film karyanya seperti Slumdog Millionaire dan 3 Idiots telah banyak mendapatkan penghargaan film terbaik dimasanya. PK pun demikian, terbukti dalam situs imdb.com yang meraih rating 8.4/10. Selain itu, film ini berhasil mendapat 2 penghargaan, di antaranya Awards of the International Indian Film Academy untuk nominasi artis dan sutradara terbaik pada tahun 2015. Meski dibalut dalam latar komedi, film ini mengangkat persoalan serius yang saat ini sedang dihadapi banyak orang di dunia: kefanatikan yang membutakan, baik itu terhadap keyakinan, agama, maupun kebenaran.

Persoalan sensitif dan serius yang terjadi di negeri yang mudah bergolak seperti India oleh Rajkumar dikupas dengan santai, ringan, dan mengalir. Melihat film ini memancing tawa juga tanya dengan tingkah PeeKay serta dialog-dialog yang ringan dan menyentil. Penampilan PeeKay yang dibawakan sangat nyentrik, dengan mata melotot mirip Mr.Bean. Dia membagikan selebaran bergambar dewa-dewa India dan bertuliskan “Dicari, Tuhan telah hilang!”. Dia pun menganggap Baghwan (Tuhan) di kuil telah melakukan penipuan sehingga melaporkannya pada polisi. Lalu dia dipenjara karena dianggap teler akibat laporannya tersebut.

Puncak konflik dalam cerita ini saat PK bertemu dengan tokoh pemuka agama yang membawa kalungnya, yaitu Tapasvi. Si pemuka agama ini bisa dibilang sebagai oknum karena telah memanfaatkan posisinya yang dianggap dekat dengan Tuhan, sehingga “taushiyah” yang diberikan pada pengikutnya dapat menjadi jalan keluar bagi masalah pengikutnya. Atas klaim ini lah dia mendapatkan popularitas dan tentunya fulus. Film yang berdurasi 153 menit ini setidaknya menarik untuk ditonton kita semua, mengingat cerita yang diangkat sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari. Indonesia adalah bangsa yang besar dengan berbagai etnis dan agama. Juga sebagai bahan perenungan, sudah sampai dimana jalan pencarian kita ? Selamat menonton !

indrianto yoggi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *