Mahasiswa sebagai Agent of Change melalui LKTI

Mahasiswa sebagai Agent of Change melalui LKTI

Senin (24/10/16), sehubungan dengan rangkaian acara pekan Raya Ekonomi , Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (HMJ IESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UJ) menyelenggarakan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat Mahasiswa se Jawa Bali. LKTI mengusung tema besar Pekan Raya Ekonomi yaitu “Revitalisasi Ketahanan Ekonomi Nasional untuk Menghadapi Persaingan Global”.
Tujuan diadakannya Lomba Karya Tulis Ilmiah untuk memicu mahasiswa untuk menuangkan ide kreatifnya di dalam sebuah karya tulis ilmiah. Akbar Surya Erlangga selaku ketua panitia Pekan Raya Ekonomi menambahkan, “Karya mahasiswa inilah yang diharapkan dapat diimplementasikan sebagai acuan pembangunan nasional. Hal ini juga terkait peran mahasiswa sebagai agent of change”.
LKTI yang pertama kali digelar oleh HMJ IESP ini diikuti sekitar 21 kelompok dari berbagai Universitas se Jawa-Bali. 10 Finalis melaksanakan presentasi Karya Tulis Ilmiah mereka di Ruang Multimedia FEB UJ. “Peserta yang lolos yaitu dari Universitas Pambangunan Nasional (UPN) Veteran Jakarta, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Universitas Islam Lamongan, Universitas Airlangga dan beberapa universitas lainnya. Total ada sepuluh kelompok yang presentasi hari ini.” Ujar Akbar.
Peserta dari berbagai Universitas yang hadir untuk mempresentasikan makalahnya merasa nyaman dan termotivasi mengikuti LKTI yang diselenggarakan pertama kalinya oleh HMJ IESP FEB UJ. “Kita nggak nyangka bisa sampai sejauh ini dan jujur termotivasi ya karena kegiatan ini.” ujar peserta dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo. Hal yang sama juga diutarakan oleh Risma, peserta dari UPN Veteran Jakarta “Enjoy sih di acara ini, pengalaman baru buat kita sebagai angkatan pertama pas UPN jadi Universitas Negeri”
Dibalik beberapa kesuksesan serangkaian acara Pekan Raya Ekonomi, evaluasi untuk acara ini juga diungkapkan oleh peserta. “Acaranya cukup baik kok udah tertata rapi tapi hal – hal kecil seperti kamar mandi bagi peserta menurut saya masih kurang.” Tambah Risma. Selain dari segi fasilitas bagi peserta, Akbar juga mengungkapkan bahwa sebenarnya jumlah peserta LKTI jauh dari target. Panitia menargetkan 100 kelompok, namun yang mendaftar hanya sekitar 21 – 23 kelompok saja. Namun, pihak panitia menyadari kurangnya publikasi dan timing yang kurang tepat saat publikasi menjadi kendala utama tak tercapainya target jumlah peserta LKTI.
“Untuk kedepannya panitia akan mengoptimalkan untuk mendapatkan respon peserta. Kita sebagai panitia diharapkan dapat menyediakan wadah bagi mahasiswa untuk sharing ide dan bagaimana pola pikir tersebut dapat menumbuhkan kemampuan untuk memperbaiki Indonesia.” Ujar Akbar Surya Erlangga.

Savira Nurwahyuni

One thought on “Mahasiswa sebagai Agent of Change melalui LKTI

  1. Apik rek. mudah-mudahan kedepeannya nanti semakin banyak peserta yg ikut, sebagai ajang pelatihan kemampuan diri untuk masa depan nantinya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *