Mengenal Ekonomi Kreatif Melalui Seminar

Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan (IESP) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UJ) menyelenggarakan Seminar Nasional dengan tajuk “Revitalisasi Ketahanan Ekonomi Nasional dalam Menghadapi Dinamika Persaingan Global Berbasis Ekonomi Kreatif”, minggu, (30/10/2016). Acara tersebut bertempat di Gedung Soetardjo UJ. Seminar yang dihadiri oleh 800 lebih peserta ini menjadi salah satu acara dari berbagai rangkaian acara yang telah diselengarakan dalam rangka pekan raya ekonomi 2016 oleh HMJ IESP yaitu Pelatihan dan Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) siswa dan mahasiswase-Jawa Bali, Donor Darah, dan Focus Discussion.

“…output yang ingin dicapai dari seminar ini adalah untuk menciptakan ekonomi kreatif sehingga dapat meningkatakan pertumbuhan ekonomi” ujar Ketua HMJ IESP, Erlina Wijayanti Pratiwi dalam sambutannya.

Seminar kali ini menghadirkan para narasumber dari berbagai elemen pemerintahanyaitu Wakil Gubernur Jawa Timur, Deputi Pembiayaan Koperasi RI, Bupati Jember, Bupati Banyuwangi, dan Presiden JFC. Namun, berapa pemateri tidak dapat menghadiri acara sehingga diwakilkan.

Diawali dengan penampilan Tari Petik Kopi oleh UKM Kurusetra, seminar ini kemudian dilanjutkan dengan beberapa sambutan. Dalamsalah satusambutan oleh Bupati Jember melalui perwakilannya menyatakan bahwa jumlah peserta dalam seminar nasional kali ini sangat fantastis karena berjumlah lebih dari 800 peserta. Peserta yang hadir tidak hanya dari mahasiswa UJ tetapi juga berasal dari mahasiswa Poli Teknik Negeri Banyuwangi dan Universitas Muhammadiyah Jember.

Dalam acara penyampaian materi, Dynan Fariz, selaku Presiden JFC memperkenalkan tema terbaru untuk JFC yaitu Garuda Revival. “ Ini merupakan lambang kebangkitan untuk menembus dunia” ujarnya mantap. Perilis pertama JFC tersebut menjelaskan Key factor yang menghantarkan JFC pada panggung internasional diantaranya adalah komprehensif, unik, fantastik, sustainable, marketable, dan Theme always Change untuk terus meningkatkan daya saing.

Selain itu, Asisten Deputi permodalan, Luhur Raharto menyampaikan bahwa usaha UMKM menjadi fondasi perekonomian karena kuatnya ketahanan atas krisis ekonomi yang pernah terjadi pada tahun 1997, sehingga indikator perkembangannya didukung oleh wirausaha yang dilakukan oleh masyarakat dalam rangka meningkatkan ekonomi kreatif. Maka, secara langsung hal tersebut dapat meningkatkan daya saing produk. Hal ini tidak jauh berbeda dengan materi yang disampaikan oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, yang memberikan pandangan bagaimana perekonomian Kabupaten Banyuwangi dengan pesat berkembang terutama dalam hal menciptakan ekonomi kreatif dari kearifan lokal.

Intan Dewi. F, mahasiswa jurusan Agribisnis Poli Teknik Negeri Banyuwangi  mengaku tertarik dengan pembahasan pemateri yang dapat mengisnpirasi mahasiswa untuk turut berpartisipasi menciptakan ekonomi kreatif dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah yang mempunyai daya saing tinggi. “..seru dan materinya bermafaat, ya semoga tahun depan materinya akan lebih menarik” ungkapnya.

Elma Ariella

Redaktur Pelaksana I di LPME Ecpose yang saat ini tengah menekuni bidang tulis menulis. Sedang menempuh pendidikan di FEB UNEJ, sebagai mahasiswi semester empat jurusan S-1 Manajemen.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *