Kegiatan PKKMB Tahun 2016 Tugaskan MABA Bawa Produk dan Atribut

Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember pada pertengahan bulan November akan mengadakan kegiatan tahunan yaitu Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) pada tingkat fakultas. Jika merujuk pada perubahan keputusan direktur jenderal pembelajaran dan kemahasiswaan nomor 096/B1/SK/2016 tentang panduan umum PKKMB, tujuan umum PKKMB adalah memberikan pembekalan kepada mahasiswa baru (maba) agar cepat beradaptasi dengan lingkungan kampus.

Menurut Muhammad Anugerah Mauludi, ketua panita PKKMB, tujuan PKKMB di FEB merupakan lanjutan dari Pengenalan Kehidupan Kampus (PK2) Universitas dan pengenalan lingkungan FEB. Kemudian, Farid maba 2016 Jurusan D3 Manajemen Perusahan menilai kegiatan ini akan memberikan manfaat bagi maba. “Kita bisa mengenal satu sama lain dan lebih dekat lagi,” ungkapnya

Ospek fakultas atau PKKMB tahun ini dilaksanakan selama empat hari yakni pada tanggal 19-20 November dan 26-27 November 2016. Kegiatannya meliputi pengenalan kehidupan dan lingkungan fakultas, public speaking, lomba kreativitas, pengenalan/aktualisasi ukm, seminar, pembuatan dan pemutaran film dokumenter, yel-yel, aktualisasi maba dan inagurasi. Ada yang berbeda dari PKKMB tahun ini dengan tahun lalu. “Perbedaannya sekarang diatur harus empat hari, terus dari kepanitian, kegiatannya, dan juga dari materi sudah diatur di SK dikti,” terang Anugerah. Maba juga di tugaskan membuat film dokumenter.

Selain mengadakan berbagai kegiatan diatas, seperti tahun sebelumnya tahun ini panitia PKKMB juga menugaskan maba membawa beberapa perlengkapan seperti produk dan atribut. “Kalo barang-barang itu diwajibkan, cuma kalo membelinya mereka itu terserah beli dimana,” jelas Anugerah.

Saat Technical Meeting (TM) (26/10) dijelaskan bahwa maba ditugaskan membawa empat produk yang disampaikan dalam bentuk teka-teki seperti minuman ion, minuman berwarna coklat, kopi bongkar dan bantal untuk perut. Maba diharapkan bisa memecahkan teka-teki tersebut dan membawa produk dengan benar. Saat ditanya mengenai fungsi dari teka-teki pada produk tersebut Anugerah menerangkan “Agar pikirannya terbuka (red: adanya teka-teki). Misal kita kasih teka-teki minuman ber-ion itu minuman apa saja.” jelasnya. Selain itu agar maba lebih aktif berinteraksi dengan Pendamping Kelompok (PK).

Menurut keterangan ketua panita PKKMB salah satu tujuan, khususnya pembelian produk minuman dan makanan adalah untuk mengcover minimnya konsumsi bagi maba. “Mereka kan (red: maba) dapetnya satu nasi dan minuman gelas itu kurang sih, biar mereka bawa (red: produk) buat itu juga” terang Anugerah.

Selain untuk kebutuhan konsumsi, ketua panitia menjelaskan manfaat penugasan membawa produk seperti botol bekas minuman kemasan bisa dimanfaatkan untuk kreatifitas lampion. Tidak hanya itu, upaya melatih tanggungjawab juga menjadi salah satu manfaat seperti adanya tindakan jika maba tidak membawa produk sesuai ketentuan “Kalo tidak membawa dia (red:maba) dapet sanksi,” Jelas Farid.

Menanggapi soal penugasan perlengkapan PKKMB seperti produk dan atribut, Gede, maba 2016 Jurusan Akuntansi merasa keberatan atas penugasan tersebut “Menurut saya mungkin sedikit beratlah bagi saya sendiri,” ungkapnya. Senada dengan Gede, Farid menambahkan “Sebenarnya sih, kalo saya pasti ada keberatan (red: penugasan perlengkapan PPKMB) namun demi kebaikan juga,” jelasnya.

Putu Ayu D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *