Rangkaian Acara Untuk Mengenang Sosok Noveri

Rangkaian Acara Untuk Mengenang Sosok Noveri

Sekelompok orang memenuhi lapangan basket Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) pada Jumat malam, 13 Januari 2017.  Lapangan yang biasa digunakan untuk sarana olahraga tersebut, ditata sedemikian rupa untuk menyelenggarakan sebuah acara yang bertajuk Hall of Fame: Noveri Eko Purnomo.  Acara yang akan dilangsungkan selama dua hari tersebut, 13 dan 14 Januari, dimotori oleh beberapa komunitas yang ada di Kabupaten Jember untuk mengenang sosok Noveri Eko Purnomo yang meninggal dunia pada 25 November 2016 lalu.

“Jadi kami ingin memperkenalkan pada banyak orang, pada teman-teman yang belum tahu, bahwa Noveri ini orang baik, semangatnya baik, bisa menjadi teladan.” tutur Deded selaku ketua panitia.  Ia menambahkan bahwa almarhum merupakan sosok yang banyak berkecimpung di banyak komunitas, sehingga terwujudnya acara tidak lepas dari kerjasama komunitas-komunitas seperti Finger, Grebek Sedekah, Bung Limbung, Kurusetra, serta grup musik seperti Tamasya Band dan Tape Ketan Band.  “Mungkin ada komunitas yang belum kami sebut atau kami undang, mohon maaf sebelumnya.  Mungkin kami belum tahu, karena saking banyaknya komunitas yang almarhum ikuti,” tambah Deded.

Berlangsung selama dua hari, Deded menuturkan bahwa acara pada hari pertama akan difokuskan pada pemutaran film dan pementasan teater.  Pada hari kedua juga akan ada pemutaran film, namun lebih difokuskan pada pementasan musik dan saling berbagi cerita tentang sosok almarhum dari sisi semua komunitas.  Deded mengungkapkan bahwa konsep awal sebenarnya hanya ingin mementaskan teater, namun komunitas lain yang pernah ditekuni oleh almarhum juga ingin berkontribusi dalam acara.  “Setelah berdiskusi dengan mereka mengenai konsep acara dan isi acara, akhirnya jadilah seperti ini.” ungkap Deded.

Rangkaian acara pada hari pertama dibuka dengan pemutaran film berjudul “Pegon” yang dibintangi oleh almarhum.  Sehabis film, acara diteruskan dengan pementasan teater bertajuk “Termin” yang dimulai pada pukul 21.00.  Adapun alasan mementaskan teater ini karena almarhum pernah memerankan salah satu tokoh dalam naskah.  “Naskah ini saya buat untuk Noveri dan pertama kali dipentaskan oleh Noveri.  Jadi untuk mengenang Noveri, ya dengan mengadakan kembali pementasan ini,” jabar Abdul Azis, sebagai sutradara dan penulis naskah teater tersebut.

Sebelum pementasan teater dimulai, pemandu acara telah menyebutkan tata tertib seperti tidak diperbolehkannya menggunakan flash saat memotret dan penonton yang diminta untuk duduk rapi.  Tak heran apabila pementasan yang berlangsung selama satu jam ini dapat berjalan tertib dan ditutup dengan riuh tepuk tangan dari penonton.  Meski tidak semua penonton berasal dari lingkungan teater, namun mereka tetap bisa menikmati pementasan.  “Aku sendiri bukan anak teater, jadi kalau detailnya tidak bisa kasih komentar.  Tapi kalau pengaturan pentas sama pemainnya itu sudah bagus.”  ungkap Feftri, penonton yang dulunya merupakan adik kelas almarhum saat SMA.

Untuk penonton, Deded mengaku sengaja tidak menargetkan jumlah penonton karena acara ini awalnya hanya mengundang komunitas.  Namun ia juga tidak menutup kesempatan bagi siapa saja yang ingin datang dan mengenal sosok almarhum.  Ia berharap, dengan diadakannya acara ini akan semakin banyak orang yang mengenal sosok almarhum dan tertular semangat baik yang ditinggalkan beliau.

Triana Novitasari

Pimpinan Redaksi LPME Ecpose, yang saat ini sedang menempuh studi di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *