Hearing and Open Talk HMJA Membahas Rencana Pemindahan Program Studi Ekonomi Islam

Hearing and Open Talk HMJA Membahas Rencana Pemindahan Program Studi Ekonomi Islam

Selasa (23/5/2017), Himpunan Mahasiswa Jurusan Akuntansi (HMJA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) mengadakan Hearing and Open Talk (HOT) sebagai rangkaian acara dalam Acoounting Festival (AFest). Dengan mengusung tema “Speak Up, Show Up for Better FEB”, acara yang diselenggarakan di Ruang Multimedia FEB ini bertujuan untuk mewadahi kritikan dan saran serta aspirasi mahasiswa/i di lingkungan FEB UNEJ.  Acara ini dibagi menjadi dua sesi, sesi I untuk seluruh mahasiswa FEB dan sesi II dikhususkan untuk mahasiswa Jurusan Akuntansi FEB UNEJ.  Menghadirkan narasumber Dekan dan Wakil Dekan III FEB Unej, ada 4 topik yang dibahas pada sesi I yaitu: persaingan FEB UNEJ dengan FEB di universitas lain, Kuliah Kerja Lapang (KKL), Organisasi Mahasiswa (Ormawa), dan Program Studi Ekonomi Islam.

Merujuk pada pembahasan mengenai Program Studi Ekonomi Islam, terdapat isu bahwa program studi ini akan dipindahkan ke Kabupaten Bondowoso. Menanggapi hal tersebut, Dr. Mohamad Dimyati, SE, M.Si, selaku Wakil Dekan III FEB UNEJ menyatakan, “Dulu rencananya (Program Studi Ekonomi Islam) memang di Jember, tapi setelah UNEJ bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso maka akan dipindahkan ke Bondowoso. Jadi rencananya, di Jember sudah tidak ada kampus baru lagi.”

Rencana pemindahan Program Studi Ekonomi Islam ke Kabupaten Bondowoso, kemungkinan juga akan melibatkan pemindahan letak kantor jurusan.  Menanggapi hal tersebut, Fifi Nurrohmah, mahasiswi Ekonomi Islam 2016, mengatakan, “Tentunya hal ini berdampak pada mahasiswa Ekonomi Islam jika kantor jurusannya di Bondowoso.  Angkatan 2016 akan kerepotan jika mengurus sesuatu (yang berhubungan dengan jurusan). Dampak yang sama akan dirasakan mahasiswa angkatan 2017 nanti jika kantornya berada di Jember.”

Pembahasan mengenai pemindahan Program Studi Ekonomi Islam sekaligus menjadi penutup dalam acara Hearing and Open Talk (HOT).  Pada akhir acara, Dr. Mohamad Dimyati, SE, M.Si mengatakan bahwa acara semacam ini perlu untuk terus diadakan setiap tahun, dan diusahakan agar tahun depan dapat menghadirkan full team yaitu Dekan, Wakil Dekan I, II dan III agar segala aspirasi mahasiswa dapat langsung ditanggapi oleh para pemangku kebijakan.

 

Savira Nurwahyuni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *