Wajah Perempuan di Dataran Perang

Wajah Perempuan di Dataran Perang

Judul: Perempuan-Perempuan Tak Berwajah

Penulis: Francessca Marciano

Tahun terbit: 2014

Penerbit: Gramedia Pustaka Utama

Jumlah halaman: 364 halaman

Peresensi: Siti khotijah

Seorang jurnalis foto yang telah berhenti dari bidangnya, Maria Galante, terpaksa kembali bergelut dalam hari-hari mencari foto untuk sebuah artikel berita. Setelah salah satu majalah ternama, New York Times memintanya untuk membuat sebuah dokumentasi dan artikel tentang gadis-gadis yang mencoba bunuh diri karena perjodohan  di Afganistan.

Terbang ke negara bekas medan perang bukan perkara yang mudah, begitu banyak kegelisahan yang dihadapi Maria.  Sangat berat baginya untuk terbang dari Miland ke Afganistan untuk menangkap sebuah foto. Dalam budaya Afganistan sendiri memfoto perempuan bukan sesuatu  yang lumrah dilakukan pada saat itu, mengingat kentalnya budaya patriarki yang mengatasnamakan agama. Para perempuan cenderung untuk lebih menutup diri dibalik burqha dan pintu-pintu rumah mereka. Sedikit bersosialisasi, jauh dari pendidikan, dan beberapa ada yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga.

Ditulis oleh Francessca Marciano, perempuan-perempuan tak berwajah bercerita tentang seorang jurnalis wanita yang berjuang untuk mendapatkan sebuah foto dari seorang perempuan di  Kabul. Maria mencoba mengangkat permasalahan para perempuan di desa itu ketika dihadapkan dengan pernikahan paksa yang masih membudaya. Tidak hanya bercerita tentang perjalanan Maria saja, novel ini menyuguhkan pada kondisi Afganistan pasca perang dari sudut sosial, orang-orang, kebudayaan, serta kehidupan para perempuannya. Ditulis dengan bahasanya yang ringan serta dibarengi deskripsi yang ciamik mampu membuat kita seakan mengikuti perjalanan tokoh-tokohnya.

Buku ini juga memperlihatkan bagaimana Maria sebagai seorang jurnalis bersikap, antara memperjuangkan pekerjaannya yang harus selesai atau mengikuti pedoman moralnya sendiri, ketika apa yang ia lakukan bertentangan dengan sisi kemanusiaannya. Disajikan dengan kelincahan tokoh-tokohnya hingga konflik yang ditebar sepanjang perjalanan Maria Galante, membuat pembaca betah menekuri setiap halamannya.

Meski judul yang diangkat mengenai perempuan, namun buku ini lebih banyak menceritakan perjalanan Maria dalam mendapatkan sebuah foto, daripada kehidupan para perempuan di Afganistan. Terlepas dari hal itu, buku ini tetap menarik untuk dibaca.

Selamat membaca.

Siti Khotijah

Staf Pengembangan di LPME Ecpose, yang saat ini sedang menggeluti bidang desain. Mahasiswi angkatan 2015 di Manajemen FEB UNEJ.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *