Bongkar Pasang Taman FEB

Bongkar Pasang Taman FEB

Mengawali perkuliahan semester ganjil, taman di lingkungan ruang perkuliahan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) kembali mengalami perbaikan.  Bangku-bangku semen yang sebelumnya sudah terpasang sementara dipindahkan dan tanah taman mulai diberi bata beton.  Meski nampak seperti merombak, namun pembangunan pada taman ini tetap diakui sebagai perbaikan.  “Itu (pembangunan taman, red) suatu hal yang wajar.  Kita punya komponen pemeliharaan.  Namanya kan perbaikan. Kita hanya memindahkan saja hal-hal menjadi lebih baik,” tutur Muhammad Miqdad, Dekan FEB UNEJ.

Senada dengan Muhammad Miqdad, Ahmad Roziq, Wakil Dekan II (WD II) FEB UNEJ, juga menganalogikan perbaikan taman seperti halnya menyambut tamu.  “Ya wajar ya, seperti orang kalau pas lebaran pasti bersih-bersih untuk menyambut tamu,” tukasnya.  Berkenaan dengan penyambutan tamu, selain agar taman menjadi lebih baik dari sebelumnya, perbaikan taman ini juga tidak terlepas dari adanya event nasional yang akan berlangsung di FEB.

“Nah, taman itu dibongkar soalnya mau ada event itu. Kita kan nggak punya gedung yang besar, jadi nanti itu taman mau dibuat kayak tenda buat pembukaan sama prasmanan. Makanya dibongkar, saya tahunya kayak gitu,” tutur Rahayu Iga Mawardi selaku Ketua Umum HMJA, yang terlibat dalam kepanitiaan event nasional tersebut.  Hal ini juga dibenarkan oleh Ahmad Roziq.  Menurutnya, perbaikan taman selain untuk menyambut event, juga untuk kepentingan bagi mahasiswa yang mau tampil dan membutuhkan audien banyak, sehingga bisa dilakukan di taman, tidak hanya di dalam ruangan.

Sebelumnya, taman FEB sudah pernah mengalami perbaikan setahun yang lalu.  Namun, itu hanya perbaikan-perbaikan kecil seperti penambahan lampu taman dan pengecatan bangku taman.  “Sayang banget, pertama kaget sih tiba-tiba taman udah dibongkar. Yang taman bagian tengah itu kan baru diperbaikin, sih,” ujar Rahayu.  Meski diakui sebagai perbaikan, namun tetap perbaikan taman tahun ini nampak besar-besaran dan lebih ke arah perombakan.  “Perbaikan taman kayaknya yang besar-besaran baru sekarang ini.  Kalau yang kecil-kecil udah tau, tapi kalau besar seperti ini baru tahu sekarang ini,” ujar Badi’ul Choir mahasiswa Administrasi Keuangan 2015.

Mempertanyakan Fungsi Maket

Setiap pembangunan di fakultas, mengacu pada maket yang diletakkan di lobby FEB UNEJ.  Maket tersebut dibuat dan disepakati untuk menjadi pedoman pembangunan.  “Maket di lobby itu rancangannya Pak Fathurrozi (Dekan FEB UNEJ periode 2012-2016, red).  Sebelumnya nggak ada maket, sehingga dekanat yang sekarang melandaskan pembangunan pada maket itu.” tutur Ahmad Roziq.

Perbaikan pada taman pun diakui Ahmad Roziq juga termasuk bagian dari pembangunan yang mengacu pada maket di lobby.  Ia menuturkan, perbaikan taman dilakukan karena hal itu mengikuti rancangan maket dan menggunakan anggaran yang sudah dianggarkan sejak dekanat periode sebelumnya.  Berbeda dengan yang diungkapkan Ahmad Roziq, Rahayu justru menuturkan bahwa perbaikan taman tidak mengacu pada maket sama sekali. “Kayaknya beda deh dengan yang di maket. Kalau perbaikan taman ini kan, desain keseluruhannya dari dosen akuntansi,“ tuturnya.

Menanggapi perbaikan taman yang tidak mengacu pada maket, Ahmad Roziq pun pada akhirnya mengakui kelemahan konsep yang dimiliki fakultas.  Ia menuturkan, bahwa sejak awal tidak ada gambar atau konsep yang jelas mengenai bentuk taman.  Hal ini mengakibatkan taman harus diperbaiki hingga dua kali dalam dua tahun berturut-turut.

Selain karena kelemahan di konsep taman, perbaikan taman di FEB juga tidak terlepas dari karakter pemimpin.  Mengingat dekanat baru saja mengalami pergantian pada tahun 2016 lalu, sehingga konsep taman yang disusung setiap dekan akan berbeda-beda.  “Pimpinan itu punya style-nya sendiri-sendiri. Ada karakteristiknya, dan itu tidak melanggar,” tukas Muhammad Miqdad.

Triana Novitasari

Pimpinan Redaksi LPME Ecpose, yang saat ini sedang menempuh studi di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

2 thoughts on “Bongkar Pasang Taman FEB

  1. Numpang comment mint 😀
    Jadi sebelum2nya yg pohon beringin ditebang dan sekarang semua halaman menjadi berpaving hanya untuk Acara event 3 hari kedepan ini? Wkwkwk . Sedih ngelihatnya. Semua juga gak harus sesuai pemimpin, pemimpin juga perlu melihat kenyamanan mahasiswanya di area kampus.
    Sekarang? Sudah merasakan belum dampak dari hilangnya 1 pohon saja? Dan sekarang halaman tengah dan semua area feb berpaving, apa semua itu sudah memikirkan dampak dari peresapan airnya? Hahahaa sayang.
    Apa ini yang dinamakan kampus itu jantung kota? 😁

  2. Alangkah baiknya jika redaksi bisa menjawab respon dari pembaca sehingga komunikasi tidak hanya berjalan satu arah seperti buku, karena konten ini adalah konten berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *