Berbayar, Jurusan Mewajibkan Mahasiswa Ikuti Kuliah Umum

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember (FEB UNEJ) Jurusan Ilmu Ekonomi (IE), kemarin (2/10) mengeluarkan kebijakan tentang kuliah umum yang wajib diikuti oleh seluruh mahasiswa Ilmu Ekonomi dan Ekonomi Syariah angakatan 2015 sampai 2017. Kuliah umum yang akan dilaksanakan pada 8 Oktober mendatang ini, membebankan Harga Tiket Masuk (HTM) bagi tiap mahasiswa. Untuk mahasiswa Ilmu Ekonomi Angkatan 2015, dikenakan tarif Rp35.000 dan bagi mahasiswa Ekonomi Syariah angkatan 2016 sampai 2017 dikenakan Rp40.000.

“Acara kuliah umum yang diadakan oleh Jurusan Ilmu Ekonomi merupakan agenda lanjutan dari kegiatan Kuliah Kerja Lapang (KKL) bagi mahasiswa IE 2015 yang telah melaksanakannya,” tutur Riska selaku Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi (HMJIE). Riska mengatakan bahwa terdapat perbedaan harga dikarenakan mahasiswa IE angkatan 2015 mendapat subsidi dana sebesar Rp5.000 dari pihak jurusan. Meski berbayar, Riska menambahkan bahwa kuliah umum tersebut wajib diikuti agar dapat memberikan pengalaman kepada mahasiswa, setidaknya sesuai dengan jurusan ilmu yang di tempuh. Berbeda dengan yang diucapakan Riska, Sebastiana Viphindrartin, selaku Ketua Jurusan Ilmu Ekonomi, justru mengatakan bahwa kuliah umum wajib diikuti karena merupakan bagian dari tradisi, mengingat kegiatan ini sudah diadakan sejak tahun 2014. ”Itu kan sudah tradisi,” ujarnya singkat.

Kuliah umum yang diwajibkan tersebut apabila tidak diikuti oleh mahasiswa yang bersangkutan dapat menimbulkan sanksi. Riska menuturkan bahwa sanksi tersebut berupa hilangnya dana subsidi mahasiswa IE angkatan 2015 sebesar Rp5.000.

Kebijakan jurusan mengenai kewajiban mengikuti kuliah umum ini menuai beberapa komentar dari mahasiswa. Salah satunya dari Mohammad Sholeh, mahasiswa IE angkatan 2015. Ia mengatakan tidak masalah jika kuliah umum tersebut itu diwajibkan, asalkan gratis. “Yang jadi permasalahan, kuliah umum itu wajib dan berbayar. Kejadian seperti ini mirip pungli (pungutan liar, red) paksa terhadap mahasiswa,” ujar Sholeh. Senada dengan Sholeh, Norma Yunita, mahasiswa Ekonomi Syariah 2016, menyatakan bahwa kebijakan tersebut memberatkan mahasiswa karena belum tentu setiap mahasiswa memiliki biaya untuk mendaftar, apalagi dengan informasi yang dikeluarkan secara mendadak. (Ridho, Rara, Haryo, Ilham)

Penulis: Ali Ridho*

*Penulis adalah Anggota Tetap LPME Ecpose

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *