Terapkan Sistem Baru, E-TPS Pemilu Raya Alami Gangguan

Terapkan Sistem Baru, E-TPS Pemilu Raya Alami Gangguan

Tidak seperti biasanya, Ruang Kuliah 13 Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) yang setiap hari digunakan untuk kegiatan belajar mengajar, pada Kamis (02/11) sejak pukul 08.00 sampai 16.00 WIB disulap menjadi tempat Pemilihan Umum Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember (Pemilu BEM UNEJ) periode 2017-2018. Bukan hanya di FEB, Pemilu juga dilakukan serempak oleh seluruh fakultas di UNEJ dengan masing-masing disediakan satu Tempat Pemungutan Suara (TPS). Sistem pemilihan menggunakan E-TPS (Baca juga: KPUM Terapkan Sistem E-TPS Untuk Pemilu Raya Mendatang), sehingga di FEB ada sekitar lima unit komputer yang di sediakan di dalam ruangan.

Pemilu berlangsung dengan arahan dari para Panitia Pemungutan Suara (PPS). Secara bergiliran mahasiswa FEB yang menggunakan hak suara dalam Pemilu, diarahkan masuk dan melakukan registrasi dengan menunjukkan Kartu Mahasiswa (KTM). Setelah menulis nama dan menandatangi kolom yang disediakan, selanjutnya mahasiswa duduk mengantri seraya menunggu giliran maju ke hadapan komputer untuk melakukan pemilihan. Begitulah kiranya proses pemilu yang harus dilalui oleh sekitar ± 4.000 pemilik hak suara yang merupakan mahasiswa aktif FEB, berdasarkan data dari Bagian Kemahasiswaan.

Menurut salah satu pemilih, Erika Julianti mahasiswa Ilmu Ekonomi (IE) 2016, sistem E-TPS yang di terapkan dalam pemilu saat ini efektif karena tidak membuang-buang kertas. Ia juga menjelaskan pentingnya penggunaan hak pilih dalam pemilu raya ini. “Walaupun hanya satu hak pilih tapi itu berpengaruh,” terangnya. Berbeda dengan salah satu mahasiswa Manajemen 2014 yang tidak ingin disebutkan namanya, ia mengatakan bahwa lebih memilih untuk mengerjakan tugas kuliah dari pada datang ke TPS.

Terlepas dari itu rupanya proses pemilunya pun tidak berlangsung mulus. Dua dari lima unit komputer yang di sediakan mengalami error sehingga tidak dapat digunakan  sampai jangka waktu pemilihan berakhir. “Kurang maksimal, karena tadi masih banyak yang error komputernya,” kata salah satu Panitia Pemungutan Suara (PPS), Kurnia. Ia berharap untuk ke depannya sistem yang digunakan maksimal dan harus mampu menampung suara seluruh mahasiswa. (Nayla, Siti, Elma)

Nayla Rizqi K

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *