Keteguhan Pemuda Dari Sudut Singapura

Keteguhan Pemuda Dari Sudut Singapura

Judul                          : Memeluk Gerhana

Penulis                       : Isa Kamari

Penerbit                     : Hikmah

Jumlah Halaman       : 402

Peresensi                   : Haryo Pamungkas*

“Inilah takdirku dari perut bumi. Entah berapa lama lagi aku harus memeluk gerhana ini.”

Memeluk Gerhana, merupakan novel karangan penulis melayu penerima South East Asia Write Award 2006, Isa Kamari. Bercerita tentang perjalanan hidup seorang pemuda dari keluarga miskin dengan latar belakang Singapura pasca bangkit dari perang dunia II. Dia adalah Ilham Sidek, pemuda dengan jalan hidup penuh lika – liku serta konflik yang beragam.
Cerita masa kecil yang diselimuti berbagai kejadian tradisional khas kampung menjadikannya dekat dengan berbagai kebudayaan melayu. Kondisi tersebut juga membentuk Ilham Sidek menjadi pribadi yang begitu bermoral, rajin dan dekat dengan agama.
Pertemuannya dengan Ustaz Saniff pada masa sekolah menengah di Rafless Institution, merupakan awal dari rentetan kemalangan nasibnya. Keikutsertaannya dalam perkumpulan agama pimpinan Ustaz Saniff menjadi sebab penangkapan dirinya oleh polisi Singapura. Penangkapan tersebut dilatarbelakangi oleh kekhawatiran pemerintah Singapura terhadap adanya rencana makar dari perkumpulan tersebut. Tidak berhenti sampai disitu, perlakuan tidak menyenangkan yang diterimanya saat proses introgasi membuatnya harus kehilangan salah satu inderanya. Kepergian salah seorang wanita yang begitu mempengaruhi hidupnya juga semakin membuat perjalanan hidupnya semakin berat. Namun berkat keteguhan hatinya kepada Tuhan, Ilham Sidek mampu bangkit kembali dari banyaknya konflik yang mendera hidupnya.
Konflik yang disuguhkan dalam novel ini tersusun secara sistematis dan mendalam. Novel ini juga menguak bagian – bagian konflik kehidupan yang kemudian diterapkan pada satu kesatuan yang utuh, yaitu pada perjalanan hidup seorang Ilham Sidek. Namun, Alur yang melulu menceritakan kesedihan Ilham Sidek ini rupanya terkesan membuat jenuh untuk dibaca. Selain itu, meski telah diterjemahkan novel ini tetap sukar untuk dipahami, karena terdapat penggunaan kosakata yang tidak disesuaikan secara sempurna menurut KBBI.
Terlepas dari itu, novel ini adalah sebuah karya gemilang dari seorang Isa Kamari yang menarik untuk dibaca, hal ini karena setiap konflik yang disajikan mampu dikemas secara apik dalam tiap ulasan ceritanya. Kisah Ilham Sidek yang mampu bangkit dari banyaknya konflik yang menderanya juga dapat dijadikan contoh bagi pembaca. Rekomendasi bacaan yang bagus. Selamat membaca.

*Penulis adalah anggota tetap Lpme Ecpose

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *