Tolak Penyerobotan Lahan Petani Berem, API TANI Jember Gelar Aksi Solidaritas

Tolak Penyerobotan Lahan Petani Berem, API TANI Jember Gelar Aksi Solidaritas

Aliansi Peduli Tani Jember (API TANI Jember) melakukan sebuah aksi solidaritas untuk menyuarakan penolakan terhadap pembangunan tambak udang di Dusun Bregoh Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu Jember (20/2). Aksi tersebut dilakukan secara maraton selama satu hari di alun-alun Jember bagian utara, tepatnya di bawah Tugu Adipura Kabupaten Jember.

Aksi solidaritas tersebut dilakukan dengan pembacaan puisi dan teatrikal, sebagai bentuk atau simbol perlawanan karena proses yang dilakukan para petani berem selama ini tidak pernah direspon secara baik. Polemik tersebut bermula karena ada ketidakadilan yang dilakukan oleh PT Seafer Sumber Rejeki dan PT Seafer Kartika Tambak yang melakukan penyerobotan lahan pertanian berem seluas 24 hektar. “Pernyataan yang disampaikan oleh petani berem bahwasanya tanah yang dimiliki PT Seafer hanya seluas 6 hektar, dan itu pun PT Seafer ingin memperluas sebanyak 18 hektar lagi dengan cara meminjam KTP setiap petani berem kemudian memanipulasi data seolah-olah para petani setuju dengan pembangunan tambak tersebut,” ujar Bahar selaku Koordinator Lapangan Aksi Solidaritas Petani Berem.

Anwar selaku Bagian Adiministrasi aksi tersebut menambahkan bahwa sempat ada perlawanan petani terhadap PT Seafer. “Namun, perlawanan tersebut dicegat oleh PT Seafer dengan melakukan intimidasi seperti menyewa preman, aparat dan pejabat yang telah disewanya,” tegasnya. Akibat kejadian tersebut, akhirnya pihak petani mencoba melakukan pengaduan terhadap Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, namun hasilnya pun mengecewakan karena tidak ada tanda-tanda bahwa tanah tersebut kembali menjadi milik petani.

Sebagai perwakilan petani berem, Tawalul Huda menyampaikan kelegaannya atas terselenggaranya acara tersebut. “Alhamdulillah, dengan acara aksi solidaritas ini bisa membantu membangkitkan semangat para petani berem dalam pembelaannya mempertahankan lahan pertanian, karena kebanyakan dari mereka bodoh dan bingung harus melakukan apa,” ujarnya. Komentar positif juga datang dari penonton yang melihat aksi tersebut. “Seharusnya, dengan aksi tersebut khususnya mahasiswa bisa lebih menyuarakan pembelaannya dalam mendukung hak-hak petani berem yang telah dirampas. Tidak lupa pula, bagi Pemerintah Kabupaten Jember supaya lebih selektif lagi dan lebih peka terhadap permasalahan seperti ini”, tegas Randy Arga. [Wafik, Putu].

Oleh: M. Muwafikul Hoyr
(Penulis adalah Anggota Tetap LPME Ecpose)

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *