BEM-U Ajak BEM-F dan LPM untuk Bersikap Kritis

BEM-U Ajak BEM-F dan LPM untuk Bersikap Kritis

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Jember (BEM-U) adakan rapat konsolidasi dengan seluruh BEM Fakultas (BEM-F) dan Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) di Universitas Jember, pada Sabtu (3/3). Pada rapat konsolidasi ini, Alvian, selaku Ketua Bagian Advokasi BEM-U, menjabarkan beberapa kebijakan rektorat yang seringkali tidak melibatkan mahasiswa. Hal ini ditujukan untuk mengajak hadirin saling menyatukan suara dan kemudian melakukan hearing ke rektorat.

“Kami dari BEM mengajak teman-teman untuk kritisi kebijakan Universitas, kita satukan suara untuk bersama-sama mengadakan hearing ke rektorat,” tutur Alvian. Adapun kebijakan-kebijakan yang dimaksud Alvian tidak melibatkan mahasiswa, seperti penggunaan Telegram dan sistem absensi finger print. Selain itu, BEM juga mengajak mahasiswa untuk membahas anggaran keuangan rektorat yang digunakan untuk pembangunan dan kegiatan mahasiswa, serta mempertanyakan kelanjutan isu status UNEJ yang akan menjadi Badan Layanan Umum (BLU).

Turut diundangnya LPM-LPM di Universitas Jember bukannya tanpa alasan. “Kita mengajak teman-teman LPM karena mereka bisa menjadi pengawal isu di lingkungan UNEJ. Setidaknya dapat diberitakan menjadi berita utama,” tutur Alvian. Sebagai salah satu yang bergerak dalam kegiatan persma, Rizaldi, salah satu awak Tegalboto pun mengapresiasi kegiatan ini dan mengajak mahasiswa untuk berani mengambil sikap. “Setelah kita minta transparansi dan hearing ke rektorat, lalu apa? Saya rasa kita sebagai mahasiswa juga harus punya sikap, apakah menolak atau tidak menolak atas kebijakan tersebut,” tegasnya.

Dengan penjabaran dari BEM-U ini, ia berharap BEM-F maupun LPM dapat memantau kebijakan di fakultasnya. “Kita ingin menciptakan iklim kritis di kampus, biar nggak melulu mengikut kebijakan rektorat,” tutur Alvian. Di akhir acara, Alvian juga berharap semua yang hadir dapat meneruskan apa yang telah disampaikan di forum ke fakultasnya masing-masing agar iklim kritis dapat terus tercipta di lingkungan kampus. “Saya rindu masa-masa itu, di mana mahasiswa turun ke jalan dan mengkritisi kebijakan kampus,” tutur Alvian. []

Triana Novitasari

Pimpinan Redaksi LPME Ecpose, yang saat ini sedang menempuh studi di Jurusan Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jember.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *