BAPPEDA Kenalkan Kebijakan Pemberdayaan Potensi Lokal Bali Pada Mahasiswa KKL IESP 2019

BAPPEDA Kenalkan Kebijakan Pemberdayaan Potensi Lokal Bali Pada Mahasiswa KKL IESP 2019

Mahasiswa Ilmu Ekonomi Studi Pembangunan (IESP)  yang mengikuti Kuliah Kerja Lapang (KKL) 2019 pagi ini mengunjungi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Provinsi Bali, [8/4]. Kunjungan ini dalam rangka seminar diskusi antara mahasiswa dengan beberapa pihak dari BAPPEDA. Herman Cahyo salah satu pembina KKL 2019 mengatakan tujuan diskusi tersebut agar mahasiswa dapat membandingkan praktis dari teori yang selama ini sudah didapat pada perkuliahan.

Nyoman Genep pemateri dari litbang BAPPEDA menyampaikan terkait kebijakan pembangunan yang sedang diberlakukan di Bali lebih difokuskan kepada sektor pariwisata. Hal ini berdasarkan fakta bahwa sektor tersebut lebih dominan terhadap PDB Bali daripada dua sektor lainnya, yakni sektor pertanian dan industri. 

Kebijakan pada sektor pariwisata ditujukan untuk  mengupayakan agar masyarakat kecil Bali terlibat baik dan maksimal dalam kegiatan ekonomi. Salah satu kebijakan tersebut ialah anti bahan plastik dan penyediaan produk olahan lokal yang sudah di terapkan pada hotel dan beberapa pusat oleh-oleh Bali. Entah itu kerajinan ataupun makanan. Kebijakan ini didasarkan pada masalah sosial di Bali yaitu kepadatan penduduk yang berujung pada kemiskinan. Sedangkan penyumbang angka pada kepadatan penduduk adalah banyaknya migran yang ada di Bali.

Saat ini kondisi Usaha Kecil Menengah (UKM) di Bali jauh lebih rendah dari pada Industri Kecil Menengah (IKM). Dalam hal ini memang pembangunan Bali juga mengupayakan peningkatan produktifitas masyarakat, bukan hanya dapat menjual kembali. “Misalnya pada pemberdayaan kesenian, budaya, agrowisata, sampai fashion”, seperti yang dituturkan oleh Nyoman. Ia berharap agar pembangunan pada Bali dapat terus sesuai dengan “Bali Mandala”, yakni menuju Bali yang modern namun tetap setia pada adat Tri Hita Karana atau konsep keharmonisan yang menganut hubungan antara manusia dengan penciptanya (parahyangan), manusia dengan manusia (pawongan), dan manusia dengan alam (Palemahan). [Devidia]

Devidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *