Berani dan Tekun Kunci Dasar Prestasi

Berani dan Tekun Kunci Dasar Prestasi

Bulan Maret 2019 lalu ia menjadi Mahasiswa Berprestasi(Mawapres) mewakili Fakultas Ekonomi dan Bisnis(FEB). Beberapa kali mengikuti perlombaan dan aktif di organisasi membuatnya menguasai cara dalam berkomunikasi. Tak hanya dalam bahasa Indonesia, juga dalam bahasa inggris. Ini juga merupakan timbal balik darinya yang gemar mendengar dan memaknai musik berbahasa inggris. Ialah Wakil Ketua Umum(Waketum) Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen(HMJM) periode 2019, Rizky Atika.

Rizky Atika atau kerap disapa Tika, saat ini masih aktif kuliah di jurusan S1 Manajemen angkatan 2017. Do The Best, God The Rest, merupakan kalimat yang selalu ia amalkan. Pada setiap kegiatan atau hal yang akan dimulainya, selalu ia landasi pemahaman tentang akan adanya hasil yang tidak selalu baik. Maka sebisa mungkin ia akan memulai tanpa perduli hasil yang akan menantinya di ujung. Entah baik atau buruk, ia akan pasrahkan.

Kalimat itu juga yang menjadikannya berani mencoba keberuntungan pada mawapres. Menjadi mawapres ia merasa senang dan bersyukur, walaupun ia sendiri sebenarnya tidak menduga. Karena pada saat tes, banyak peserta yang ia rasa lebih mampu darinya. Memaknai kata prestasi, ia menuturkan satu kata tersebut bukanlah sesuatu yang sakral. Karena siapapun sebenarnya bisa untuk mendapatkannya. Baginya prestasi ialah sesuatu yang menjadikan seorang berbeda, atau memiliki nilai lebih yang orang lain belum tentu bisa lakukan.

Ia menuturkan apabila ingin meraih prestasi khususnya pada mahasiswa, maka harus mau untuk banyak mencari pengalaman. Menurutnya, prestasi itu akan ada ketika kita berani mengambil langkah kemudian membiasakannya. Misalnya kita ingin berprestasi secara hardskill pada perkuliahan, maka harus banyak mengambil pengalaman yang membawa pada penguasaan materi. Pun juga jika ingin mendalami softskill maka harus memperbanyak pengalaman tentang itu, misalnya banyak aktif di dalam kelas. Entah untuk bertanya atau berpendapat. Intinya ialah satu, yakni mau dan berani mengambil pengalaman apapun yang sesuai dengan keinginan.

Pengalaman yang sudah didapat, kadang kala belum tentu membawa hasil yang memuaskan. Maka dari situ pentingnya istiqomah atau tetap melakukan pengalaman-pengalaman baru tanpa kenal lelah. Baginya dengan pengalaman banyak yang kita miliki maka secara tidak langsung akan membawa perubahan baik pada pribadi masing-masing. Perihal hasil yang belum maksimal, itu akan ada waktunya menurut Tika. Ia menyampaikan jika diri lelah maka jangan berhenti, melainkan hiburlah diri dengan kegiatan yang bermanfaat. Biasanya Tika akan menghibur diri sejenak dengan menggambar, menulis pada blog, atau jalan-jalan saat lelah berhadapan dengan tumpukan tugas. “Otak punya batasan kemampuan, dan biasanya daya pikir manusia tidak kondusif saat larut malam hari atau dalam keadaan lelah.” Tika. Maka agar tidak semakin kacau pada tugas lain yang ada dalam antrian, menghibur diri sejenak ialah pilihan yang tepat.

Begitulah Tika si Mawapres ini meraih prestasinya dengan menekuni pengalamannya. Ia mencintai segala sesuatu yang terjadi secara berangsur dan terus menerus. Maka dengan cara yang Tika terapkan ini, siapapun tentu bisa berprestasi asal mau mencoba dan kemudian tekun.

Devidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *