Rektor Temui Aliansi Mahasiswa Peduli Kekerasan Seksual

Rektor Temui Aliansi Mahasiswa Peduli Kekerasan Seksual

Puluhan aliansi mahasiswa Universitas Jember (UJ) menuntut keadilan atas kasus kekerasan seksual yang dilakukan oleh salah satu dosen Fakultas Ilmu Budaya terhadap mahasiswanya pada hari Kamis [2/5].

Dalam aksi ini, aliansi mahasiswa mendesak pihak rektorat untuk membuat regulasi yang jelas terkait pelecehan seksual yang telah terjadi. Pukul 12.20 WIB Rektor UJ  Moh. Hasan menemui aliansi mahasiswa yang berorasi di depan gedung rektorat.

Hasan mengucapkan terimakasih banyak kepada mahasiswa yang telah peduli dan membentuk aliansi peduli kekerasan seksual. Hasan secara pribadi juga menyatakan pandangannya atas kejadian pelecehan tersebut. “Saya sendiri sebenernya tidak ingin itu terjadi di kampus kita.”

Sebelum aliansi mahasiswa melaksanakan aksi tersebut sebenarnya pihak rektorat telah menyelesaikan proses tindaklanjut terhadap terduga pelaku serta telah mengusulkan pemberian sanksi kepada Kemenristekdikti. Hal ini menurut Hasan dilakukan karena sanksi yang diusulkan adalah sanksi paling berat dan berada di luar kewenangan rektor.

Terkait hasil diskusi antara pihak rektorat dan perwakilan aliansi Hasan menyampaikan dua kesepakatan. Pertama, Universitas Jember berkomitmen membuat mekanisme mengenai penghapusan kekerasan seksual dengan melibatkan beberapa pihak terkait. “Ini artinya dalam rangka mengantisipasi kedepan dan dipastikan tidak akan terjadi lagi,” ujarnya. Kedua, Universitas Jember berkomitmen menindak tegas pelaku kekerasan seksual sesuai regulasi yang berlaku.

Kesepakatan yang pertama menurut Hasan bukan hanya terbatas pada adanya regulasi ataupun  mekanisme namun juga mengayomi bagaimana dampak yang diterima oleh korban. Harapan kami agar korban dapat terlepas dari trauma sehingga kami nanti juga akan melibatkan psikolog dalam hal pembuatan draft regulasinya.

Kedepannya seperti yang telah dijanjikan pihak rektorat akan berusaha menyelesaikan tuntutan aliansi mahasiswa selama dua pulah hari kedepan. Hasan bahkan menambahkan bila pihaknya tidak akan menunggu hingga dua puluh hari jatuh tempo dan akan melaksanakannya secepatnya. Dengan begitu ia menghimbau mahasiswa agar sabar menunggu dan tidak lupa tutut menyampaikan aspirasinya terkait pembuatan regulasi pelecehan seksual. [Ridho, Ilham, Wafik, Fandri, Markus]

*Penulis : Markus Gobay – Anggota Magang LPM Ecpose

Redaksi ECPOSE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *