Rektor UJ Mendukung Penyelesaian Kasus Kekerasan Seksual

Rektor UJ Mendukung Penyelesaian Kasus Kekerasan Seksual

Kamis, pukul 11.18 WIB [2/5], massa dari Aliansi Mahasiswa Peduli Penghapusan Kekerasan Seksual mulai memasuki halaman gedung rektorat Universitas Jember (UJ). Sebelumnya, massa berkeliling ke beberapa fakultas untuk menghimpun dukungan terhadap aksi yang telah berlangsung.

Saat tiba di depan Gedung Rektorat, perwakilan dari aliansi mahasiswa mulai menyampaikan orasinya sembari didampingi oleh pihak keamanan kampus. Saat orasi berlangsung, aliansi mahasiswa mendesak agar pihak kampus segera menuntaskan segala permasalahan dan juga membuat regulasi khusus terkait kasus kekerasan seksual. Selang beberapa menit, salah satu perwakilan dari pihak UJ menemui Trisna selaku Koordinator Lapang dari Aliansi Mahasiswa Peduli Penghapusan Kekerasan Seksual dan mengajaknya untuk menemui Rektor UJ diikuti oleh beberapa perwakilan aliansi mahasiswa tersebut.

Selama pertemuan berlangsung, Trisna beserta kawan-kawan diberi kesempatan untuk menyampaikan tuntutan secara langsung kepada Moh. Hasan selaku Rektor UJ. Trisna membacakan isi tuntutan tersebut antara lain pihak UJ agar menindaklanjuti kasus Ruri secara berkeadilan, mendesak UJ agar membuat regulasi mengenai prosedur atau mekanisme penanganan kekerasan seksual dengan melibatkan civitas akademik dan Aliansi Mahasiswa Peduli Penghapusan Kekerasan Seksual selambat-lambatnya 20 hari terhitung setelah tuntutan disampaikan. Ada beberapa penekanan terhadap pihak kampus agar menyampaikan secara terbuka kepada publik mengenai proses atau tindak lanjut dari tuntutan yang disampaikan.

Menanggapi dari tuntutan yang telah diutarakan, Moh. Hasan mengatakan bahwa terkait kasus kekerasan seksual, pihaknya telah melakukan proses penanganan hingga ke Kemenristekdikti pada tanggal 13 Maret lalu. Ia juga menyampaikan kalau saat ini masih menunggu proses dari pihak Kemenristekdikti. Ia juga menambahkan, UJ telah memiliki UC3, hal itu dapat digunakan untuk tempat pengaduan mahasiswa terkait segala permasalahan yang dialami seperti akses KRS, acsess point yang kurang bagus dan sebagainya. “permasalahan seperti akses KRS, acsess point kurang bagus saja dapat diadukan oleh mahasiswa, apalagi terkait hal ini? (red : kekerasan seksual) saya kira mahasiswa harus segera mengadukan ini melalui UC3.

Selain itu, saat menanggapi tuntutan tersebut, Moh. Hasan juga berupaya untuk memberi masukan terkait kosakata dalam tuntutan agar lebih konkret. Mengenai masukan tersebut, pihak rektor dengan perwakilan Aliansi Mahasiswa Peduli Penghapusan Kekerasan Seksual saling sepakat setelah terjadi obrolan sebelumnya antar kedua pihak. Setelah terjadi kesepakatan, akhirnya Rektor UJ menandatangani isi tuntutan tersebut dan mendukung penyelesaian kasus kekerasan seksual di Universitas Jember dengan melibatkan civitas akademik dan Aliansi Mahasiswa Peduli Penghapusan Kekerasan Seksual. [Ridho, Ilham, Wafik, Fandri, Markus]

Ali Ridho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *