Indonesia Perlu Optimalisasikan Ekonomi Digital

Indonesia Perlu Optimalisasikan Ekonomi Digital

Himpunan Mahasiswa Jurusan Ilmu Ekonomi (HMJIE) Universitas Jember (UNEJ) usung permasalahan ekonomi digital yang terjadi di Indonesia dalam acara seminar nasional Pekan Raya Ekonomi 2019 (29/19). Acara ini dihadiri perwakilan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK),  dan beberapa institut lainnya yang membahas ekonomi digital inklusif atau berkesinambungan.

Indonesia saat ini memasuki era revolusi Industri 4.0 dengan adanya digitalisasi pada kegiatan ekonomi. Targetnya ialah efisiensi atau permudahan akses dan minimalisasi cost. “Pengguna akses ekonomi digital di Indonesia masih dominan pada masyarakat menengah ke atas. Hal ini menandakan belum maksimal dan optimalnya ekonomi digital.” Ujar Iwan Setiawan perwakilan Bank Indonesia.

Tantangan era ekonomi digital ini harus dihadapi dengan siap, apalagi ke depannya Indonesia sudah tidak lagi menghadap revolusi industri 4.0 melainkan 5.0 yakni mixed dengan sumber daya manusia atau society. Maka penguatan ekonomi inklusif saat ini dapat menjadi bekal Indonesia menghadapi revolusi industri 5.0 ke depannya. Hal ini dapat diwujudkan melalui adanya peran tiap bidang serta peningkatan literasi digital, dan tak hanya BI dan OJK selaku pemangku kebijakan langsung yang berperan.

            Mensinergikan literasi digital ini tidak hanya pada makna melek digital, tetapi juga pemahaman akan teknik dan peraturan yang berlaku. Sehingga Indonesia bisa lebih berfokus pada penguatan dan pemaksimalakan ekonomi digital yang inklusif bukan pada masalah di dalamnya seperti ketidakpercayaan konsumen. “Saat ini malah banyak konsumen yang kurang paham alur dan peraturan dalam e-commerce sehingga menganggap seolah dirinya menjadi korban ekonomi digital, padahal kurang faham itu saja.” Ucap Ma Isa Lombu perwakilan Bukalapak.

            Mahasiswa sebagai agent of change dapat bersinergi dalam kegiatan ekonomi inklusif sebagai harapan dari ekonomi digital saat ini, yakni dengan pemikran pembaharuan. “Fenomena ekonomi digital ini merupakan bentuk kedinamisan teori ekonomi yang dipelajari oleh mahasiswa Ilmu Ekonomi. Perlu ada pemikiran yang dinamis dan menyesuaikan terhadapnya.” Ujar Teguh Dartanto selaku ketua Departemen Ilmu Ekonomi Universitas Indonesia. [Ansita, Devidia, Yulita]

Devidia

Devidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *