Tantangan Era Digital, Indonesia Perlu Cetak Millenialpreneur Sukses

Foto: (ECP/Aurora)

(26/10) Kelompok Studi Kewirausahaan Muda (KSKM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UJ) adakan acara seminar yang bertempat di gedung Soetardjo UJ. Pada tahun ini, acara tahunan itu tampil dengan konsep berbeda “Entrepreneur Corner” yang tidak hanya menjadi sebuah seminar biasa, melainkan ada sharing dan juga bazar. Mengangkat tema besar “Create Your Own Way to be Successful Millenialpreneur” panitia mengundang beberapa pemateri di antaranya adalah Dr. Zunita owner Osing Deles, Indra Sugiarto CEO and Founder @masukkampus, Danu Sofwan CEO of PT Randol Utama.

Tema kali ini berkaca pada fenomena era digital yang memerlukan kaum  millenial kreatif serta berdaya saing tinggi, agar tidak ada yang namanya robot jauh lebih cerdas dari pada manusia. Ataupun juga manusia yang jauh lebih bodoh dari pada robot. Hal ini selaras dengan pernyatan Zunita “Digitalisasi tak dipungkiri mampu menggilas lapangan pekerjaan. Generasi millenial harus mampu kreatif dan mencari peluang, termasuk menjadi entrepreneur alias millenialpreneur.”

Millenialpreneur atau generasi millenial yang bergerak pada entrepreneur ini adalah peluang pekerjaan yang menjanjikan. Apabila ditekuni, bergerak di bidang entrepreneur mampu menjadi daya topang ekonomi tiap individu. Omzet yang tinggi, sampai ekspansi atau perluasan usaha yang mewabah hingga luar negeri. Hal itulah yang dirasakan dua pemateri EC, Zunita dan Danu. Akan tetapi usaha ini tidak boleh dianggap remeh. Ada tantangan yang harus dihadapi apabila berkecimpung di dalamnya. “Menjadi entrepreneur juga harus memiliki knowledge, ilmu tanpa semangat itu nothing. Tapi ilmu plus semangat, itu everything,” ujar Danu Sofwan.

Tantangan dalam ber-entrepreneur dicurahkan oleh tiap pemateri. Tentang bagaimana susahnya mengatur waktu antara pekerjaan, keluarga dan wirausaha, menghadapi cibiran teman, sampai melawan diri sendiri yaitu rasa malas. Tak hanya itu, Danu Sofwan juga menyampaikan beberapa penyakit yang menjadi hambatan serta tantangan tersendiri khususnya bagi para generasi milenial. Yakni antara lain Kutuan (Kurang Pengetahuan), Kudisan (Kurang disiplin anget angetan, Kermian (Kurang ilmu ih ada aja yang disalahkan).

Acara ini diharapkan semakin menambah wawasan pada para generasi milenial akan entrepeneur khususnya millenialpreneur, serta adanya peningkatan cetakan generasi millenialpreneur yang lebih banyak lagi termasuk yang merasakan buah manisnya seperti Zena dan Danu. “Kami ingin agar milenial mau dan tidak lagi malu untuk menjadi entrepreneur. Terlabih kami juga mengundang peserta dari beberapa kalangan tak hanya mahasiswa, yakni siswa,” ujar Nur Aisyah D.W. selaku panitia EC. (Aurora, Devidia, Erlinda, Syifa)

Devidia

Devidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *