Paparkan Visi Misi, Paslon BEM Akan Bentuk Departemen Advokasi

Paparkan Visi Misi, Paslon BEM Akan Bentuk Departemen Advokasi

Foto: Naurah/ ECP/ Mgg

Kamis, (19/12) Pasangan Calon (Paslon) Ketua dan Wakil Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) memaparkan visi dan misinya di ruang multimedia Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UJ). Rangga Aryo dan Zainur Rizqi sebagai paslon tunggal dalam salah satu misinya mengusung adanya sistem advokasi di BEM FEB. Mereka menjelaskan bahwasanya BEM tak hanya membutuhkan advokasi internal, melainkan juga eksternal melalui pendirian Departemen Advokasi.

Adanya Departemen Advokasi diharapkan dapat mempermudah penyelesaian beberapa masalah yang sempat menyangkut BEM. Salah satunya perihal missed communication antara BEM dan DPM yang berlarut-larut. Selain menyelesaikan masalah internalnya sendiri, dengan adanya Departemen Advokasi dapat menyelesaikan masalah eksternal yang timbul. “Contoh masalah eksternal yang ikut melibatkan fakultas adalah demo kasus radikalisme oleh BEM pusat di universitas”, jelas Zainur.

Teknis dan kinerja dari departemen ini juga mempertimbangkan peran dari lembaga internal dan eksternal. Internal disini melibatkan UKM dan Ormawa FEB, sedangkan untuk eksternalnya melibatkan organisasi-organisasi eksternal. Rangga dan Zainur menjelaskan tentang kinerja Departemen Advokasi yang tidak akan membawa sebuah hambatan ataupun mengintervensi peranan dari lembaga internal FEB karena sifatnya hanya sebagai sharing dan perbandingan.

Dari perspektif paslon BEM FEB perihal target dan upaya mengahadapi masalah, salah satu mahasiswa aktif yang hadir turut menanggapi. “Menurut saya memang perlu untuk menyesuaikan kinerja dengan kondisi organisasi eksternal sebagai penyeimbang kinerja internal lokal FEB”, ujar Isti Hamdallah, mahasiswa Manajemen angkatan 2019.

Rangga mengakui masih ada keterbatasan pada target pembentukan Departemen Advokasi untuk FEB. Ia juga sempat merasa kecewa karena ketidakhadiran BEM dan DPM 2019 di penyampaian visi misi ini. Namun ia masih berharap kedepannya ada dukungan dalam membangun FEB UJ dari beberapa pihak terkait, termasuk BEM dan DPM terdahulu. “Pembentukan Departemen Advokasi ini masih dibilang belum ketok palu karena akan dipertimbangkan dengan para anggota BEM terdahulu dan 2020 nantinya”, ujar Rangga. [Devidia, Naurah]

Devidia

Devidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *