Peran Aliansi BEMF UNEJ

Peran Aliansi BEMF UNEJ

Ilustrasi oleh: Dzakiyyah

(27/04) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEMF) Universitas Jember (UNEJ) membentuk aliansi dengan tuntutan perihal kebijakan-kebijakan rektorat yang dirasa masih meresahkan mahasiswa. Serta kinerja BEM UNEJ yang masih kurang maksimal dalam menanggapi kebijakan dari pusat.

“Aliansi ini hanya perkumpulan BEMF saja, terbentuk dengan sendirinya dengan upaya  berjuang membawa aspirasi mahasiswa yang dirasa perlu segera diselesaikan,” ujar Muhammad Syahril Imron, Ketua Umum BEM Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) UNEJ.

Muhammad Zainal Abidin, mahasiswa Ekonomi Pembangunan 2018, ikut menanggapi bahwa kinerja BEM-U selama perkuliahan daring dirasa lambat sebagai BEM Pusat. Beberapa kebijakan rektorat masih simpang siur dan belum ada kepastian dalam penyelesaiannya. Berbeda pendapat, Yunio Dwi Arizki mahasiswa Manajemen 2017 menyampaikan bahwa kurang efektif terbentuknya mosi tidak percaya aliansi BEMF, sebaiknya isu-isu strategis bisa dibahas langsung melalui konsolidasi BEM pusat dan BEMF kemudian diadvokasi secara utuh dalam satu kesatuan.

Menanggapi hal tersebut, Ahmad Fairuz Abadi selaku Ketua Umum BEM UNEJ menegaskan bahwa pihaknya tidak bisa disalah-artikan sebagai juru bicara (jubir) rektorat saat memberikan informasi data dan permasalahan. Namun, ia juga memberi apresiasi kepada aliansi BEMF. ” Terbentuknya aliansi BEMF adalah hal positif, jika tujuannya untuk memperjuangkan kepentingan mahasiswa”.  Akan tetapi, ia berharap bahwa aliansi ini dapat menjadi motor pergerakan mahasiswa, bukan menciptakan konflik horizontal antar organisasi yang akan melemahkan gerakan mahasiswa itu sendiri. Sinkronisasi dengan aliansi BEMF akan dimasifkan, melalui rapat permasalahan kebijakan kampus saat Corona Virus Disease 19 (Covid-19). [Fivi, Shofiahtu, Erlinda]

Fivi Febriana

Fivi Febriana

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *