Harapan Tinggi KKN Back To Village LP2M

Harapan Tinggi KKN Back To Village LP2M

Ilustrasi oleh: Shofiahtu Adita

(21/04) Berawal dari sebuah pesan di grup whatsapp yang dikirim beberapa mahasiswa Univeristas Jember (UNEJ), mengenai link google form (gform) registrasi ulang beserta pemilihan tema Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode II. Hal ini sontak saja menimbulkan kepanikan, khususnya mahasiswa pemrogram KKN periode tersebut. Bagaimana tidak, informasi sepenting itu disebarluaskan oleh mahasiswa bukan dari pihak yang bersangkutan, seperti Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M).

Keesokan harinya, informasi tersebut menjadi sebuah broadcast resmi oleh LP2M di telegram Sistem Informasi Terpadu (SISTER) dengan tautan link https://bit.ly/2KKNBackToVillageUnej. Di dalamnya tertera bahwa KKN Tematik Periode II bertemakan back to village. Bingung. Kata yang tepat untuk mewakili barisan program tematik dengan model KKN yang berbeda jauh dari tahun sebelumnya.

Infromasi model KKN back to village masih kurang akan pengarahan lebih detail dari pihak LP2M sendiri. Arum Reda, mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) angkatan 17, mengutarakan keluh-kesahnya saat diwawancari via pesan whatsapp (25/4). “Sudah ada gambaran dari LP2M, tapi menurut saya masih kurang spesifik terkait mekanismenya seperti apa dan juga bingung karena ini pertama kalinya, jauh berbeda dari KKN sebelum-sebelumnya.” Ujarnya. Selain itu, pihak LP2M sejak pemberitahuan registrasi ulang pada tanggal 22 April, tidak langsung memberikan buku pedoman KKN back to village.

Justru peluncuran buku pedoman dilakukan pada tanggal 28 April, sebagaimana telah dikonfirmasi oleh Ali Badruddin, Koordinator Pusat (Korpus) LP2M, melalui pesan whatsapp (28/4). Sangat disayangkan, peluncuran buku pedoman tidak tepat waktu, terlalu dekat dengan tanggal penutupan registrasi ulang yaitu 1 Mei. Ainun Nazizah, mahasiswa Farmasi angkatan 17 menjadi salah satu yang terdampak dari hal tersebut. Ia mengatakan bahwa keterlambatan ini membuatnya bingung dan terlambat dalam melakukan registrasi ulang pemilihan tema 1 KKN, “Program Kemanusiaan Pencegahan Covid-19”. Sehingga ia terpaksa menelan kenyataan pahit karena telah kehabisan kuota pendaftaran.

Kendati demikian atas beberapa problematika yang terjadi, Ali Badruddin menyampaikan bahwa dasar pemikiran ide KKN baru, back to village, dalam rangka menyiasati adanya wabah pandemi Corona Virus Disease 19 (Covid-19). Kita patut mengapresiasi terobosan LP2M agar KKN Tematik di tengah pandemi Covid-19 terus berjalan. “Kalau kami, dasarannya membantu mahasiswa bisa lulus on time, memanfaatkan potensi Sumber Daya Manusia (SDM) yang kita miliki untuk membantu pemerintah dalam pencegahan Covid-19, itu targetnya,” tambah Ali Badruddin saat diwawancarai melalui via telepon (27/4). Akan tetapi, tujuan KKN yang bahkan telah mendapat apresiasi Direktur Jenderal (Dirjen) Pendidikan Tinggi (Dikti), Nizam, pada kenyataannya akan berat mencapai target output yang diharapkan – menimbang banyaknya simpang siur yang terjadi.

Pada dasarnya, pemanfaatan SDM di UNEJ dalam rangka membantu pemerintah menghadapi pandemi Covid-19 oleh pihak LP2M, sudah sesuai dengan Undang-Undang (UU) No. 12 Tahun 2012 Tentang Pendidikan Tinggi, bahwa Pengabdian kepada Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Namun, pemanfaatan ini akan berjalan efetif jika kiranya LP2M juga mengimbangi dengan pemaparan yang jelas dan detail terkait hal tersebut.

Terlebih juga bukan menjadi alasan jika terbatasnya ruang temu di tengah pandemi Covid-19, menanggalkan penyebaran informasi yang simetris oleh LP2M. Sosialisasi online mengenai program KKN back to village dapat dilakukan. Semacam forum terbuka, secara online yang nantinya LP2M memaparkan penjelasan, lalu dengan sesi tanya jawab antara perwakilan fakultas yang telah menampung pertanyaan krusial dari mahasiswa pemrogram KKN dengan LP2M.

Memasifkan Question and Answer (QnA) di instagram (ig) @kampusunej mengenai KKN back to village, bisa menjadialternatif meredam simpang siur informasi KKN. Mengingat instagram cukup dekat dengan aktivitas sebagian besar mahasiswa. Afrina Rizqi, mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) angkatan 17, ikut memberikan saran mengenai pemantauan KKN dengan penyebaran informasi yang jelas yakni lewat unggahan video dalam ig tv @kampusunej dan link google drive. Bila diingat, cukup banyaknya akses portal yang dimiliki UNEJ, seperti akun instagram Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ), dan lainnya, tentu idealnya tidak menjadikan sebuah hambatan dari LP2M untuk mengikis simpang siur informasi registrasi. Yang mungkin bisa berlanjut hingga masa pelaksanaan KKN.  

Mengingat KKN back to village merupakan model luncuran baru dan masih asing, pihak LP2M kiranya juga perlu memperpanjang jangka waktu registrasi ulang pemilihan tema. Hal ini menimbang juga mahasiswa perlu memahami terlebih tahulu setiap program tematik dalam KKN. Agar mahasiwa sebagai pelaku utama dalam pengabdian kepada masyarakat dapat memiliki strategi untuk melaksanakan program tematik yang dipilihnya. “LP2M juga perlu mempertimbangkan jangka waktu pengisian form registrasi ulang.” Ujar Rizki Beril, mahasiswa Fakultas Pertanian (Faperta) angkatan 17.

Sudah semestinya jika peluncuran model baru dengan target tinggi harus disertai dengan langkah tepat agar memudahkan dari pihak manapun yang ikut terlibat. Bukan hanya sebagai pelunas kewajiban penerap kebijakan. [Naurah, Fandri, Shofiahtu]

Naurah Syifa Salsabila

Naurah Syifa Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *