Tantangan New Normal Economy 2.0 dalam Pandemi Covid-19

Ilustrasi oleh: Devidia

(18/05) Kelompok Riset Behavioral Economics (KeRis BENEFITLY) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UNEJ) adakan acara Web Seminar dengan tema “Perekonomian Indonesia dan Tantangan Era Normal Baru” dengan tujuan menyediakan informasi mengenai “New Normal Economy 2.0”. Acara ini dilakukan via zoom yang dihadiri koordinator KeRis BENEFITLY dan anggota KeRis BENEFITLY, serta Dewan Pemimpin Pusat (DPP) Indonesia Association for Public Administration (IAPA) dan Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (Perhepi) Komda Jember.

Saat ini Indonesia mengalami permasalahan dalam perekonomian yang disebabkan adanya pandemi Covid-19. Hal ini membawa New Normal Economy 2.0 berada di depan mata. “Masalah ekonomi dan geopolitik yang muncul erat menyiratkan timbulnya New Normal Economy. Seperti pada krisis keuangan global 2007-2008, namun dalam kondisi perbaikan struktural yang lambat,” ujar Adhitya Wardhono selaku Koordinator KeRis BENEFITLY.

Munculnya New Normal Economy 2.0 saat ini dikarenakan salah satu kontraksi ekonomi, yakni daya beli masyarakat yang turun. Hal ini berdampak secara signifikan pada pola kegiatan ekonomi, seperti halnya siklus bisnis yang terganggu karena menurunnya permintaan.

Untuk menghadapi dampak siklus bisnis yang signifikan, perlu model bisnis yang fleksibel dan adaptif saat melalui masa pandemi. Selain itu, dapat dilakukan perubahan strategi defensif dan ofensif. “Untuk defensif yakni normalisasi bisnis katalisator ekonomi dalam jangka pendek, sedangkan ofensif dengan model bisnis baru dan inovasi dalam jangka menengah,” ujar Yulia Indrawati sebagai anggota KeRis BENEFITLY. Hal ini demi mendorong aktivitas ekonomi secara perlahan sekaligus menjadi faktor pendukung dalam melewati era New Normal Economy 2.0. [Shofiahtu, Devidia, Fatma, Naurah]

Fatma Anisa

Fatma Anisa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *