Pentingnya Sinergisitas Dalam Pemulihan Ekonomi Selama Covid-19

Ilustrasi oleh: Nur Fandri

Kelompok Riset Behavioral Economics on Monetary, Financial, and Development Policy (KeRis Benefitly) Universitas Jember (UNEJ) kali ini mengadakan Web Seminar (Webinar) yang mengusung tema terkait pemulihan ekonomi dalam bayangan gelombang kedua Corona Virus Disease 19 (Covid-19) (18/6). Materi dalam webinar dipaparkan oleh Latri Wihastuti, Dosen Departemen Ekonomika dan Bisnis Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada (UGM) dan M. Abd. Nasir, anggota Keris Benefitly sekaligus Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNEJ.

Memasuki kondisi pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua yang masih negatif, persiapan pemerintah Indonesia ditargetkan agar pemulihan ekonomi dalam New Normal mencegah W-Shaped, dimana perekonomian akan berfluktuatif karena imbas gelombang kedua Covid-19. Serta, mempertahankan skenario V-Shaped, ketika pemulihan ekonomi berjalan lebih cepat dari periode down turn. “Gelombang 2 belum terjadi, tapi yang perlu diantisipasi agar V-Shaped tidak menjadi W-Shaped dengan mengoordinasikan kebijakan moneter dan fiskal. Koordinasi melalui penetapan tingkat pajak dan suku bunga, sehingga dapat mencegah kuartal ketiga tidak negatif,” ujar M. Abd. Nasir.

Tantangan pemulihan ekonomi harus ditanggapi dengan serius, terlebih lagi kasus pandemi Covid-19 yang masih terus berfluktuatif. Selain melakukan sinergi kebijakan, penguatan koordinasi Pemerintah Pusat dengan Daerah perlu ditekankan. “Pemerintah Pusat dan Daerah dapat melakukan koordinasi melalui peningkatan bantuan kesehatan, perlindungan sosial, sektoral Pemerintah Daerah (Pemda), dan lainnya. Pemda dengan otonominya memiliki peran cukup besar, agar nantinya tidak terjadi W-Shaped apalagi L-Shaped yang menyebabkan krisis berlangsung lama,” ujar Latri Wihastuti. [Naurah, Devidia, Dinda dan Fandri]

Naurah Syifa Salsabila

Naurah Syifa Salsabila

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *