Irigasi Terdampak Pabrik Tak Kunjung Dibenahi, Petani Puger Tagih Janji Bupati Jember

Foto: ECP/Devidia

Aliansi Petani Puger Jember bersama kelompok mahasiswa menggelar aksi tidak percaya kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), atas masalah irigasi dan rekontruksi PT Semen Imasco Asiatic Jember (18/09). Unjuk rasa digelar sepanjang jalanan gedung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) hingga depan Pemerintah Daerah (Pemda) Jember. Demonstran mendesak agar masalah ini segera diperhatikan Bupati Faida, setelah sempat tidak mendapat tanggapan DPRD.

Salah satu petani Puger Wetan mengeluhkan aliran irigasi sawah yang digarapnya semakin lambat lantaran pembangunan lanjutan PT. Imasco Asiatic Jember yang tidak terlebih dahulu berkoordinasi dengan petani sekitar. Masalah ini apabila dibiarkan, akan membawa petani Puger mengalami gagal panen besar. Mengingat sekitar kurang lebih 225 Hektar sawah yang terdampak atas lambatnya irigasi ini.

Sejak tahun 2018 telah dilakukan beberapa laporan, namun tidak kunjung ditemui penyelesaian dari pihak terkait. Nurdianto, salah satu Aliansi Petani Puger, merasa bahwa penyelesaian dari pemerintah dan aparat seolah tidak pro rakyat. Melainkan takut pada pihak pabrik, karena alat berat memang benar telah ada, tetapi tidak kunjung dijalankan untuk membenahi saluran irigasi petani. Hal ini kian membawa petani dan mahasiswa yang tergabung dalam demo merasa pemerintah ragu dalam berpihak.

“Kami tidak mempermasalahkan adanya pabrik, yah walapun dikemudian hari ada kemungkinan bisa membawa kerusakan alam. Kami hanya ingin adanya pabrik dan infrastrukturnya, tidak menganggu hidup petani. Benahi dulu irigasi petani sesuai janji ibu bupati.” Ujar Nurdianto. Beliau juga menyampaikan apabila tuntutan kali ini tidak juga terpenuhi, maka pihaknya tidak akan ragu untuk melanjutkan aksi hingga pada tingkat Provinsi dan pusat. [Devidia, Shofiahtu]

Devidia

Devidia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *