Geolocation, Bentuk Baru Absensi UNEJ dengan GPS Cegah Kecurangan

Ilustrasi: Mu’iz Muhammad

(25/01/2021) Beredar broadcast Unit Pelaksana Teknis Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Jember (UPTTIK UNEJ) surat edaran Wakil Rektor II (SE. WR II) No.946/UN25/KP/2021 yang berisi aktivasi sistem presensi elektronik berbasis geolocation. Sistem ini akan diberlakukan untuk seluruh warga UNEJ, baik mahasiswa, dosen, hingga pegawai. Adanya sistem ini diharap menjawab keluhan dosen pada ketidaktertiban mahasiswa saat melakukan perkuliahan, bahkan juga Kuliah Kerja Nyata (KKN). Sistem ini akan aktif per tanggal 27 Januari 2021.

“Nantinya sistem geolocation ini akan menggunakan pembacaan otomatis GPS, lebih mudah dibanding  absen barcode dan MMP. Mahasiswa yang sedang keluyuran, berada di jalan, kumpul-kumpul bersama rekan dan sahabatnya akan terbaca.” Ujar Bayu Taruna Selaku Kepala UPTTIK UNEJ. Hal ini juga dibenarkan oleh Erick salah satu bagian UPTTIK, tentang kondisi mahasiswa saat mengikuti perkuliahan online. Ia menyampaikan bahwa ke depan pihak UPTTI akan memberikan data objektif pola lokasi mahasiswa selama mengikuti perkuliahan. Yang harapannya bisa menjadi bahan evaluasi dari prestasi dan kefokusan mahasiswa selama belajar mengajar.

Akan tetapi, sosialisasi sistem ini dirasa akan menjadi tantangan untuk ke depannya bagi UPTTI. Pihaknya mengaku belum menemukan sosialisasi yang tepat saat masa online. Hal ini juga direspon oleh adanya mahasiswa yang belum paham hingga saat mendekati hari aktivasi sistem. Salah satunya Ainul Yaqin, mahasiswa S1 Akuntansi angkatan 2019 yang menyampaikan ketidak pahamannya, “Jujur saya kurang paham meski sudah membaca informasi perihal presensi geolocation. Karena saya butuh demo (Implementasi penggunaan presensi geolocation), juga kebermanfaatan presensi geolocation bagi seluruh civitas akademika kurang ditonjolkan.”. tuturnya (26/1).

Dari pihak UPTTIK sendiri sebenarnya akan mensosialisasikan informasi terkait secara menyeluruh di tiap prodi ke pihak mahasiswa agar lebih memahami manfaat dari presensi geolocation. “Sebenarnya sistem baru ini akan difinalkan dan diimplementasikan pada bulan Agustus mendatang. Untuk saat ini sistem presensi geolocation masih terus dikembangkan dan harapannya presensi dapat terbaca dengan baik. ” Jelas Erick.

Di sisi lain, Bayu Aprillianto selaku dosen akuntansi sangat mengapresiasi adanya sistem presensi geolocation ini, ia mengganggap terobosan baru UNEJ ini merupakan kemajuan yang luar biasa. Mengingat sekarang merupakan Era 4.O, yaitu era yang penuh perubahan dengan selalu beradaptasi pada kecanggihan teknologi. Ia juga menambahkan bahwa dengan adanya sistem yang baru ini maka pengendalian karyawan dan pihak dosen akan semakin terkontrol pada saat jam kerja berlangsung. Sehingga bukan hanya evaluasi mahasiswa, pihak karyawan, ataupun dosen yang mangkir dari tugas-tugas dinas akan sangat terminimalisir kecurangannya.

[Arum, Sisca, Yosep, Mu’iz]

Sisca Aprilia

Sisca Aprilia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *