Pengorbanan

Ilustrasi Oleh: Mu’iz M. Iqbal

Subuh itu,

Emosi merekah tak tertahankan

Sebuah gerakan akhirnya mereka nyalakan

Tepat setelah lilin-lilin dipadamkan

Tepat setelah anak-anak mereka tertidur lelap

Tepat setelah nyali mereka kuat

Merekapun beranjak meninggalkan rumah mereka yang nyaman

Menggenggam bambu runcing di tangan kanan

Harapan bangsa terkepal kuat dan tinggi ditangan kiri

Bukan karena sebuah apresiasi yang mereka dapat esok hari,

Bukan soal kepentingan pribadi namun demi bangsa yang bebas dan anak-anak yang tumbuh besar dengan nyaman

“Merdeka… Merdeka…”, Suara mereka sayu terdengar dari kejauhan

Di depan pelik sang fajar bayang mereka bergerak berselingan

Berbekal doa dari ibu pertiwi dan restu Tuhan kemujuran

Segala taktik mereka gencarkan, hanya utuk membawa kebebasan kembali pulang

“Serang!!!” Seru mereka

“Merdeka… Merdeka… Rebut kebebasan itu, ibu pertiwi tengah merindukanya”

Serangan pertama digencarkan menuju para penjajah di istana megah, penuh semangat, dan tekat yang berkoar

Bambu runcing hendak mereka tusukan

Namun,

“DORR!!!!”

Suara senapan merobek tebalnya harapan

Merekapun jatuh satu demi satu

Mati berserakan di tanah lumpur

Lubang-lubang tanah penuh darah, bunga melati berbecak merah

Hati mereka teriris

Sebuah pengorbanan agar Si Anak kelak mengenyam hidup yang tak lagi tragis[

Muiz Muhammad

Muiz Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *