Tantangan Kehidupan Bernegara dan Beragama dalam Negara Pancasila

(26/6) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Jember (UNEJ) berkolaborasi dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Melodynomi Choir mengadakan Webinar Nasional Bulan Pancasila dengan tema “Hubungan Negara dan Agama dalam Negara Pancasila” melalui Zoom Conference dan live Youtube FEB UNEJ. Materi webinar disampaikan oleh Alisa Qurotannada Wahid, Koordinator Nasional Jaringan Gusdurian Indonesia, dan Achman Munjid, Ph.D, Sekretaris Pusat Studi Pancasila UGM, serta Dr. H. Ahmad Basarah, S. H., M.H, Wakil Ketua MPR RI, sebagai Keynote Speaker.

Dalam kehidupan bernegara dan beragama tentunya tak lepas dari tantangan. “Tantangan pertama berkembangnya cara pandang, sikap, dan praktik beragama yang ekstrem, yang mengesampingkan martabat kemanusiaan.” Kata Alisa Qurotannada Wahid. Beliau melanjutkan tantangan lainnya seperti berkembangnya klaim kebenaran subyektif dan pemaksaan kehendak tafsir agama, dan berkembangnya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan berbangsa.

Relasi antara Agama dan Pancasila tidak dapat dipisahkan, seperti halnya prinsip Ketuhanan yang disampaikan oleh Soekarno pada 1 Juni 1945 “Prinsip ketuhanan bukan hanya bangsa Indonesia ber-Tuhan, tetapi masing-masing orang Indonesia hendaknya ber-Tuhan dengan apa yang diyakini.” Jelas sekali sila ketuhanan dalam pidato 1 Juni (Soekarno) menghendaki Indonesia menjadi negara yang religius.

Adanya webinar seperti ini diharapkan meningkatkan kecintaan generasi millenial terhadap nilai-nilai Pancasila. “Mudah-mudahan acara ini memberikan ilmu tentang pemahaman dan nilai Pancasila yang dapat direalisasikan dalam kehidupan sehari-hari.” Ujar Isti Fadah, saat memberikan sambutan.

[Figi, Sisca, Mu’iz]

M. Figi

M. Figi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *