Merdeka

Ilustrasi Oleh : M. Figi Sepdiano

Ia tergeletak dijalan itu

Dengan tubuh yang dingin

Mata yang sudah memutih

Tepat 7 pelor peluru menembus dadanya

Menjatuhkan seluruh semangatnya

Beberapa jam sebelumnya

Ia adalah pria yang tangguh

Pria berani digaris depan perjuangan

Melopori, dan membakar semangat para pribumi di desanya

Namun apa yang bisa ia lakukan sendiri

Seongok pria melawan ribuan senjata

Beberapa jam setelahnya baru kusadari

Semangatnya mungkin telah mati namun harapanya telah sampai ke ilahi

Ribuan pribumi berdiri dibelakangnya menyerbu merebut apa yang mereka miliki kembali

Merdeka, merdeka ,dan merdeka

Sorak mereka terdengar sampai di istana

Namun sang raja hanya diam menutup pintu dan jendelanya

Namun bukan seruan raja yang mereka harapkan mendengar sorak itu

Mereka mengharapkan tuhan mendengarnya mengabulkan keinginan mereka

Membebaskan dari belenggu kesengsaraan yang bergeliat bertahun tahun di negri kita

“Semua milik rakyat, kembali ke rakyat” kata pria yang tengkurap di aspal itu

Muiz Muhammad

Muiz Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *